Kota Yogya
Partisipasi Sensus Penduduk Online Meningkat hingga 1000 per Hari
Sekitar 16.908 kepala keluarga telah melakukan pengisian sensus penduduk online.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekitar 16.908 kepala keluarga telah melakukan pengisian sensus penduduk online.
Dari target 35.686 KK, paling tidak sudah tercapai sekitar 47,38 persen.
Kasi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Kota Yogyakarta, Chandra Wahyu Yuniar mengatakan meski belum belum memenuhi target, namun partisipasi masyarakat tergolong tinggi.
Jika setiap harinya hanya sekitar 200 sampai 300 KK saja yang mengisi, dalam satu minggu terakhir ada ini ada sekitar 800 hingga 1000 KK yang mengisi sensus penduduk online.
• BPS Sleman Ajak Masyarakat Melakukan Sensus Penduduk Online di Masa Social Distancing
"Kalau untuk mencapai target yang online memang agak sulit. Karena hari ini kan hari terakhir untuk pengisian online. Tetapi yang terpenting adalah respon masyarakat yang semakin meningkat. Ini yang penting," katanya, Selasa (31/03/2020).
Ia menilai tidak tercapainya target karena mekanisme online merupakan mekanisme baru, sehingga masih belum banyak masyarakat yang belum mengerti.
Ada pula ketakutan masyarakat untuk mencoba.
"Ada kekhawatiran dari masyarakat, ada yang belum biasa update data, masyarakat takut salah langkah. Padahal masyarakat itu sebenarnya partisipasinya tinggi. Takut mulai, takut salah. Kami memahami ini, karena memang online ini kan baru, dan baru pertama kalinya digunakan untuk sensus," terangnya.
Terkiat dengan metode wawancara, pihaknya masih belum bisa memastikan.
Sebab saat ini masih menunggu kebijakan dari pusat.
• Skuter Bajaj Classic SL Tengah Naik Daun
Selain ada imbauan untuk bekerja dari rumah, saat ini masyarakat juga tengah diminta untuk social distancing.
Jika melakukan sensus dengan metode wawancara, maka petugas harus datang ke rumah-rumah dan bertatap muka.
"Kami masih menunggu dari pusat. Karena skenario sensus sedang dibahas di pusat. Kemungkinan mundur, kalau melakukan wawancara agak sulit karena pasti persiapannya tidak optimal," ujarnya.
"Kalau metode wawancara kan kita harus merekrut petugas. Ada pelatihan dan lain-lain,paling tidak April sudah mulai. Melihat kondisi seperti ini ya kurang memungkinkan," sambungnya.
Ia berharap masyarakat mengoptimalkan sensus secara online.
Mengingat kondisi saat ini banyak masyarakat yang bekerja dari rumah. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)