Sleman

BPS Sleman Ajak Masyarakat Melakukan Sensus Penduduk Online di Masa Social Distancing

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman ajak masyarakat untuk melaksanakan Sensus Penduduk Online (SPO).

BPS Sleman Ajak Masyarakat Melakukan Sensus Penduduk Online di Masa Social Distancing
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman ajak masyarakat untuk melaksanakan Sensus Penduduk Online (SPO).

Sementara untuk proses wawancara belum bisa dipastikan akan dilakukan di dalam kondisi wabah covid-19.

Kepala BPS Kabupaten Sleman Ir Arina Yuliati mengungkapkan dari data per 25 Maret 2020, baru sekitar 5,45% KK di Sleman yang melakukan SPO.

Ia sangat berharap agar warga Sleman makin banyak yang berpartisipasi dalam SPO ini.

Sensus Penduduk Online di DIY Sepi Peminat, DPD RI Dorong BPS Giatkan Sosialisasi

Sedangkan semua kegiatan lapangan terkait sensus penduduk untuk sementara dihentikan hingga tanggal 31 Maret 2020.  

Berbagai cara dilakukan agar banyak warga dapat berpartisipasi dalam SPO.

Satu di antara publisitasnya seperti memaksimalkan peran Sahabat Sensus untuk melakukan sosialisasi secara online melalui media sosial dan sejenisnya.

"Saat ini masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, sehingga selama di rumah bisa mengisi SPO," ujarnya Kamis (26/3/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan SPO ini karena kerahasiaan data individu dijamin dalam Undang-Undang nomor 16/1997 tentang Statistik.

Pameran Sharp AIoT World Kenalkan Produk Canggih Teknologi Terbaru

Adapun cara pengisiannya SPO ini cukup mudah.

Cukup dengan mengakses sensus.bps.go.id dan masyarakat tinggal menyiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta akta nikah.  

Dalam kesempatan itu ia juga memaparkan bahwa data yang diinput masyarakat akan digunakan untuk membantu pemerintah dalam pembangunan di segala bidang.

Tujuannya untuk mensejahterakan penduduk dan mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

"Untuk mencapai itu pemerintah perlu data penduduk. Baik dari sisi jumlah, komposisinya seperti apa, dari sisi usia, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan dan lain-lain. Sebarannya itu ada dimana saja, itu bisa didapatkan secara real dari Sensus Penduduk ini," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved