Breaking News:

Yogyakarta

Sensus Penduduk Online di DIY Sepi Peminat, DPD RI Dorong BPS Giatkan Sosialisasi

DPD RI DIY berharap BPS dapat meningkatkan sosialisasinya kepada masyarakat, agar target 21 persen dari sensus penduduk online ini bisa tercapai.

istimewa
Keempat Anggota DPD RI DIY, GKR Hemas, Hilmy Muhammad, Cholid Mahmud dan Afnan Hadikusumo, tengah melakukan sensus penduduk melalui sistem online, Selasa (10/3/2020) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tingkat partisipasi masyarakat DIY dalam sensus penduduk online sejauh ini masih sangat minim.

Bagaimana tidak, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, baru 7,96 persen penduduk yang memanfaatkannya hingga Selasa (10/3/2020).

Terang saja, fakta tersebut menjadi sorotan dari para Anggota DPD RI DIY.

Mereka pun berharap, BPS dapat meningkatkan sosialisasinya kepada masyarakat, agar target 21 persen dari sensus penduduk online ini bisa tercapai pada hari terakhir pada 31 Maret.

Isi Sensus Penduduk Online, Wawali Kota Yogya Sebut Gunakan Handphone Lebih Mudah

"Mungkin sosialisasinya masih kurang, atau memang kesadaran masyarakatnya rendah. Karena banyak juga yang belum tergugah untuk sensus penduduk online ini ya, maunya didatangi, diwawancarai sama petugas," ungkap Anggota DPD RI DIY, GKR Hemas.

Dalam rapat kerja yang diikuti keempat Anggota DPD RI DIY, GKR Hemas, Hilmy Muhammad, Cholid Mahmud dan Afnan Hadikusumo tersebut, turut diundang BPS DIY, Bappeda DIY, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, serta Disdukcapil Kabupaten/Kota se-DIY.

"Mestinya kita malu, DIY ini masih kecil sekali yang ikut sensus penduduk online. Padahal, luas wilayahnya tak terlalu besar, fasilitas teknologi cukup tinggi, bahkan masyarakatnya sangat terdidik. Jadi, saya rasa ini perlu kita dorong lagi," ujar Cholid Mahmud.

Afnan Hadikusumo pun menambahkan, BPS DIY harus mencari solusi supaya masyarakat bisa tergugah untuk terlibat aktif dalam sensus penduduk online.

Sebagai wakil rakyat, dirinya menegaskan siap membantu, dengan memanfaatkan jaringan konstituen.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Kita akan bantu BPS lah, dalam konteks promosi. Ya, karena kita ini punya jaringan cukup luas di konstituen, terutama di sepanjang masa reses. Kita bisa ikut serta sosialisasikan sensus penduduk online ke tengah-tengah masyarakat," terangnya.

Sementara Kepala BPS DIY, Heru Margono mengaku tidak terlalu khawatir mengenai minimnya pastisipasi warga dalam sensus penduduk online.

Bila sistem yang mulai digulirkan 15 Februari itu sepi peminat, pihaknya siap menggenjot sensus wawancara.

"Memang ada anggapan, kok rendah sekali ya, tapi kami tidak terlalu khawatir. Apalagi, rendahnya itu kan akibat banyak faktor, satu di antaranya karena kesadaran masyarakatnya yang masih kurang, kita tidak bisa ngoyak-oyak begitu," ucapnya.

"Nanti tetap akan kita sisir lewat sensus wawancara, jadi tidak perlu khawatir. Kami pastikan, seluruh warga akan tercover, sekaligus terdata sepenuhnya, termasuk orang dengan gangguan jiwa," pungkas Heru. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved