Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari serta Waktu yang Dianjurkan oleh Ahli Kesehatan

Ada dua jenis cahaya matahari yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh manusia, yakni sinar ultraviolet A dan sinar ultraviolet B.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
Beerphotographer via Kompas.com
Ilustrasi berjemur 

TRIBUNJOGJA.COM - Berjemur di bawah sinar matahari disebut memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh.

Selain bisa memperkuat daya tahan tubuh, berjemur diyakini juga bisa memperkuat tulang hingga beberapa dampak positif lainnya.

Saat ini, di tengah penyebaran wabah virus corona covid-19, beberapa ahli pun ada yang menyarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari.

Hal itu dimaksudkan untuk memperkuat imunitas tubuh dari pancaran sinar matahari yang mengenai tubuh kita.

Namun, berjemur di bawah sinar matahari pun ada waktunya.

Pendapat mengenai waktu berjemur di bawah matahari yang baik jam berapa, memang masih beragam di kalangan para ahli kesehatan.

Ada yang berpendapat bahwa waktu berjemur di bawah sinar matahari yang baik adalah saat pagi hari.

Namun, ada pendapat lain yang mengemukakan bahwa waktu berjemur yang baik adalah saat siang hari.

Sebenarnya, ada dua jenis cahaya matahari yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh manusia, yakni sinar ultraviolet A dan sinar ultraviolet B.

Sinar ultraviolet A tidak dibutuhkan oleh manusia, bahkan seharusnya dihindari karena terpapar sinar matahari ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit keriput dan kanker kulit.

Ultraviolet A umumnya adalah cahaya matahari yang muncul pada pukul 05.30 pagi hingga 07.00 pagi, atau tepatnya saat matahari mulai beranjak naik dan gelombang cahaya matahari sedang panjang.

Sedangkan, sinar matahari ultraviolet B merupakan gelombang cahaya yang pendek. Jadi, inilah jenis cahaya matahari yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ultraviolet B bisa Anda dapatkan saat sinar matahari naik, yakni sekitar pukul 10.00 pagi hingga 15.00 siang.

Selain itu, sebuah penelitian lain mengungkapkan alasan bahwa waktu terbaik untuk mendapatkan sinar matahari adalah siang hari.

Sebab, pada waktu tersebut risiko kanker kulit jenis cutaneous malignant melanoma (CMM) tergolong paling rendah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved