Update Corona di DI Yogyakarta
Lima Hari Sudah Ada 70.875 Pemudik Masuk DIY, Pemda DIY Tetap Tak Lakukan Lockdown
Lebih lanjut dirinya mengatakan, 70.875 pemudik tersebut datang menggunakan tiga moda transportasi diantaranya Pesawat, Kereta dan Bus. Belum ada pem
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sudah mulai menyiapkan skema pencegahan Covid-19 dari pemudik yang masuk ke DIY.
Saat ini sudah ada 70.875 jiwa yang masuk ke DIY selama lima hari terakhir.
Mereka merupakan pemudik yang datang dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Wilayah lain.
Terkait hal ini, Tim Gugus Tugas Civid -19 tidak melarang para pemudik untuk masuk ke wilayah DIY.
"Data lima hari terakhir sekian, itu data dari Dishub DIY lima hari terakhir. Kami tidak melarang mereka masuk ke DIY," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas penanganan Covid-19 Biwara Yuswantana saat Jumpa Pers di Gedung Pusdalops BPBD DIY Senin (30/3/2020).
Biwara memaklumi akibat pandemi Covid-19 kali ini, semua sektor ekonomi lumpuh.
• Menanggapi Gelombang Eksodus Pemudik, Ini Kata MTI Pusat
Para perantau asal DIY tidak bisa bertahan di luar daerah.
"Ekonomi sulit, penghasilan berkurang, sementara kebutuhan hidup harus terus ada, maka mereka memutuskan untuk pulang. Tidak masalah, asalkan di DIY harus disiplin," tegas Biwara.
Disiplin yang dimaksud, lanjut Biwara, para pemudik wajib jalani karantina selama 14 hari.
Selama masa karantina mereka tidak diperbolehkan untuk keluar.
"Kecuali memang benar-benar mendesak. Itu pun mereka harus disiplin untuk tidak mendatangi kerumunan," tuturnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, 70.875 pemudik tersebut datang menggunakan tiga moda transportasi diantaranya Pesawat, Kereta dan Bus.
Belum ada pemeriksaan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
Namun, ia menekankan kepada pemerintah desa supaya benar-benar memantau warga pendatang.