Wabah Virus Corona
UPDATE Virus Corona di Indonesia per Minggu 29 Maret Siang, Kasus COVID-19 Bertambah 130
Berikut update data jumlah pasien positif Virus Corona di Indonesia per Minggu 29 Maret 2020 siang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Update terbaru jumlah kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 130 per hingga Minggu (19/3/2020) siang.
Update perkembangan penyebaran Virus Corona di Indonesia tersebut disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto.
Ia mengatakan, hingga Minggu (19/3/2020) siang, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sejumlah 130.
Dengan demikian, hingga Minggu ini, total terdapat 1.285 kasus Covid-19 di Indonesia.
"Ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130 orang, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 (kasus)," kata Yurianto di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.
Yurianto menyebutkan bahwa pemerintah sudah memeriksa lebihd dari 6.500 spesimen.
Dari jumlah itu, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah lima orang, sehingga total yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 sebanyak 64 orang.
Sementara sebanyak 114 pasien meninggal dunia.
Jumlah itu bertambah 12 pasien dari sehari sebelumnya atau Sabtu (28/3/2020).
"Mari kita sadari betul bahwa penambahan kasus positif ini, seali lagi menggambarkan bahwa masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi," kata Yuri.
Selain itu masih ada penularan dari kontak dekat dan juga masih ada masyarakat yang belum rajin mencuci tangan.
Yuri kembali mengimbau agar masyarakat tetap tinggal di rumah dan disiplin dalam menjalankan physical distancing.
"Upayakan tetap tinggal di rumah, jika terpaksa harus keluar rumah harus jaga jarak," tutur dia.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes ini juga meminta masyarakat untuk menjadi pahlawan dengan melindungi diri dan melindungi orang lain mengacu pada ketentuan yang sudah disampaikan pemerintah.
• Jika Jakarta Lockdown, Ini 8 Alternatif Skema Biaya Penyaluran Bantuan yang Bisa Diterapkan
Rencana DKI Jakarta lockdown
Lockdown untuk Jakarta dinilai sudah siap diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Jakarta saat ini memiliki APBD senilai Rp 87,95 triliun sehingga untuk lockdown dianggap sudah siap.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat Mujiyono dikutip Tribun Jogja dari siaran pers Minggu (29/3/2020) via Warta Kota.
Mujiyono menawarkan delapan alternatif skema biaya penyaluran bantuan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Usulan skema biaya penyaluran bantuan itu dapat digunakan apabila Jakarta diputuskan untuk lockdown atau karantina wilayah selama 14 hari akibat penyebaran virus corona atau Covid-19.
Berdasarkan kajian Demokrat, Jakarta dapat menyiapkan dana sekitar Rp 5,8 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Lockdown dibutuhkan Jakarta untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang terus meluas. Saya yakin Jakarta siap, apalagi APBD DKI Jakarta mencapai Rp 87,95 triliun," kata Mujiyono seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (29/3/2020).
"Saya rasa ini relevan karena pajak dari rakyat harus dikembalikan untuk rakyat juga, apalagi di tengah pandemi corona seperti ini," kata Mujiyono yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta tersebut.
Dia mengatakan bahwa delapan skema pembiayaan yang telah dikaji sangat matang.
Skema pembiayaan pertama adalah menyalurkan beras sebanyak 0,5 liter seharga Rp 6.000 kepada 11.058.949 warga DKI Jakarta selama 14 hari.
Biaya yang dibutuhkan untuk membeli beras sekitar Rp 928 miliar lebih.
Skema kedua, membeli kebutuhan lauk kalengan, telur ayam, minyak dan sebagainya untuk 11 juta jiwa tersebut masing-masing biaya Rp 25.000.
Apabila dilakukan selama 14 hari, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 3,8 triliun lebih.
Skema ketiga kebutuhan alat kebersihan diri seperti sabun dan disinfektan untuk warga Jakarta sebesar Rp 50.000 per orang. Biaya dikeluarkan mencapai Rp 552 miliar lebih.
Skema keempat, kebutuhan susu balita atau MPASI (makanan pendamping ASI) kepada 817.828 balita dengan masing-masing harganya Rp 200.000. Anggaran dibutuhkan Rp 163 miliar.
Selanjutnya, skema pembiayaan kelima pemerintah daerah membeli kebutuhan makanan tambahan atau suplemen untuk 928.165 orang lanjut usia (lansia) dengan masing-masing biaya Rp 100.000.
Anggaran dibutuhkan untuk kebutuhan mereka adalah Rp 928 juta.
Berikutnya, skema pembiayaan keenam pemerintah memberikan kebutuhan spesifik untuk 5.793 orang penyandang disabilitas, biaya Rp 100.000 per orang.
Pagu yang dibutuhkan untuk mereka sekitar Rp 573 juta lebih.
Untuk skema ketujuh pemerintah menyiapkan kebutuhan air minum untuk 11 juta lebih warganya dengan masing-masing Rp 1.000 per orang selama 14 hari. Biaya diperlukan adalah Rp 154 miliar.
Terakhir skema kedelapan, pemerintah menyiapkan biaya distribusi memakai perangkat RT/RW/Polisi/TNI untuk 11 juta lebih warganya masing-masing Rp 1.000 per orang selama 14 hari.
Biaya yang diperlukan adalah Rp 154 miliar.
"Dengan demikian, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 5,8 triliun. Angka ini lebih hemat dibanding, memakai jasa ojek online dalam skema pendistribusiannya dengan prediksi total menembus Rp 8,4 triliun," ucapnya.
(*/ Tribunjogja.com )
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE: Bertambah 130, Kini Ada 1.285 Kasus Covid-19 di Indonesia ", https://nasional.kompas.com/read/2020/03/29/15520361/update-bertambah-130-kini-ada-1285-kasus-covid-19-di-indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/update-virus-corona-di-indonesia-per-minggu-29-maret-siang-kasus-covid-19-bertambah-130.jpg)