Wabah Virus Corona
Kata dr Tirta Soal Ajaran Alm Prof Iwan yang Meninggal Akibat COVID-19, Inspirasi Lawan Virus Corona
Perjuangan Dokter Tirta terjun perangi Virus Corona termotivasi oleh ajaran alm Prof Iwan, korban COVID-19 yang juga dosennya di Kedokteran UGM Yogya
- Dokter Tirta mengaku ajaran dosennya Alm Prof Iwan yang meninggal akibat COVID-19, menjadi inspirasinya untuk terlibat memerangi Virus Corona.
- Menjadi influencer dan galang dana bantu APD untuk tenaga medis, Dokter Tirta semakin termotivasi karena apa yang diajarkan Prof Iwan.

TRIBUNJOGJA.COM - Dokter Tirta gencar mengedukasi masyarakat tentang wabah Virus Corona. Selain itu, ia juga aktif membantu melindungi tenaga medis yang berjuang melawan Virus Corona, lewat bantuan Alat Pelindung Diri (APD).
Perjuangan Dokter Tirta ini ternyata juga terinspirasi oleh almarhum Prof Iwan, yang meregang nyawa karena COVID-19.
• Kisah Dokter Tirta Berjuang Bantu Tenaga Medis Lawan Virus Corona hingga Kabar Kondisi Kesehatannya
Dokter Tirta mengatakan, motivasinya semakin menggelora ketika salah satu dosennya saat menempuh pendidikan di UGM, Profesor Iwan Dwiprahasto, meregang nyawa karena COVID-19 setelah berjuang merawat pasien-pasien positif, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.
"Karena guru favorit saya Prof Iwan itu wafat ya, jadi itu menginspirasi saya untuk meneruskan legacy ke orang banyak. Karena beliau itu selalu mengajarkan, seorang dokter itu berjuang tidak harus jadi agen kuratif atau penyembuh, tapi juga bisa jadi agen edukasi," ucap Tirta
Seiring bersambut, ia bersama influencer lainnya diundang oleh BNPB untuk membantu pemerintah menyuarakan sekaligus mengedukasi masyarakat menghadapi COVID-19.
Sejak saat itulah Tirta terjun langsung ke jalan menyalurkan bantuan-bantuan yang ia terima untuk menghadapi COVID-19.
Ia ikut membantu petugas-petugas lapangan yang pekerjaannya tak bisa dilakukan dari rumah.
Mulai dari menyemprotkan cairan disinfektan, mendirikan ruang penyemprotan cairan disinfektan, dan menyerahkan bantuan APD dan makanan ke rumah sakit.
Semua kegiatan itu ia publikasikan lewat media sosial yang ia miliki sambil terus mengedukasi masyarakat dengan ciri khasnya yakni "ngegas" karena dianggap bisa lebih didengar banyak orang.
Menurut Tirta, hanya satu yang bisa dilakukan masyarakat biasa agar penyakit ini tak terus menyebar.
"Kalau kalian memang bukan bekerja di jalan, kalau sudah dikasih libur, stay di rumah, itu aja. Keluar hanya kalau pengen lihat sinar matahari atau beli kebutuhan pokok," ujar Tirta.
"Enggak usah nongkrong aneh-aneh. Dan anak buat anak muda yang baca tolong enggak usah nongkrong ngopi-ngopi, karena merugikan kami masyarakat lainnya dan tenaga medis," sambung dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Dokter Tirta yang suka 'ngegas' di media sosial menyuarakan edukasi tentang COVID-19 telah memulai perjuangannya membantu barisan terdepan dalam penanganan Virus Corona di Indonesia.
Belakangan, karena kondisi kesehatannya, ia dirawat dan juga menjadi PDP.
• Cerita dr Tirta Hudi soal Kondisi Menyedihkan para Dokter yang Berjuang Bantu Pasien Virus Corona
Lulusan Kedokteran UGM
Dikutip Tribun Jogja dari kompas.com, Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal dengan Dokter Tirta merupakan seorang influencer sekaligus pengusaha muda yang cukup dikenal di Indonesia.
Namun, gelar dokternya bukanlah hanya sekedar nama panggung yang ia digunakan di media sosial.
Pria ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM (Universitas Gajah Mada), Yogyakarta.
Meski telah terbilang sukses di dunia usaha, ternyata ia tak melupakan sumpah dokter yang pernah ia ikrarkan setelah lulus menempuh pendidikan kedokteran dulu.
"Jadi kan kalau dalam sumpah dokter kita harus melindungi teman sejawat kita dari depan, belakang, kanan, kiri entah apapun caranya," kata Tirta saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/3/2020).
Tak bisa terjun langsung ke ruang perawatan karena sudah setahun ia tak praktik sebagai dokter, Tirta menempuh jalan lain untuk terlibat memerangi Covid-19.
Bantu tenaga medis
Memanfaatkan pengikutnya di dunia maya, Tirta menggerakkan orang untuk berdonasi membantu memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) rekan-rekannya yang bertarung di garda terdepan.
Bersama Dompet Duafa, pria ini juga ikut dalam kegiatan menyediakan seribu titik ruang penyemprotan disinfektan yang tersebar di tempat-tempat umum di Jakarta.
Bahkan, ia juga berupaya memenuhi nutrisi tenaga kesehatan yang tengah berjibaku menghadapi pasien-pasien COVID-19 yang jumlahnya terus bertambah.
Kabar sedih

Ada kabar tentang kondisi kesehatan Dr Tirta yang dikenal aktif melakukan kegiatan penggalangan dana untuk memerangi Virus Corona di Indonesia.
Melalui Instagramnya dr Tirta mengabarkan telah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).
Dr Tirta dikenal aktif melakukan kegiatan penggalangan dana untuk memerangi Virus Corona di Indonesia.
Dia juga vokal mengkritik langkah-langkah pemerintah yang dinilai lambat mengambil keputusan soal Covid-19 hingga banyak warga positif kini.
Melalui akun Instagramnya, Dokter Tirta rajin membagikan aktivitasnya membagikan APD ke rumah sakit dan tenaga medis yang berada di garda depan memerangi Corona.
Nah dari Instagramnya juga dr Tirta mengabarkan jika saat ini dia berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)
Pada awalnya, Tirta mengaku mengalami gejala sakit ringan.
Lantas dia memutuskan masuk ke rumah sakit, karena memiliki riwayat bronkitis kronis.
"Jadi saya memutuskan masuk rumah sakit itu karena jaga-jaga karena saya gejalanya itu dan saya riwayatnya itu bronkitis kronis."
"Jadi saya itu ada penyakit lumayan banyak terutama pernapasan dan saya sedang bronkitis kronis sehingga saya divakumkan dari dokter," ungkap Tirta dalam live Instagramnya pada Sabtu (28/3/2020), malam.
"Kondisi pertama kali demam terus lemes banget sumpah, terus batuknya lumayan parah sama nyeri telan."
Meski gejala sakitnya masih ringan, Tirta mengaku khawatir jika berimbas kepada orang lain.
Kini dokter muda ini dirawat di Rumah Sakit Kartika, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur.
"Saya masih harus bertemu banyak orang, takutnya kalau dalam kondisi ini, sebenarnya masih ringan ya, takutnya membuat buruk kondisi saya dan sekitar saya," jelasnya.
Dia tidak lupa untuk mengedukasi masyarakat, bahwa yang dia lakukan adalah tindakan preventif atau pencegahan.
Beberapa waktu belakangan, Tirta sempat berkunjung ke Wisma Atlet tempat pasien Covid-19 dirawat.
"Saya terpaksa mondok karena punya riwayat kontak dengan pasien-pasien corona, itungannya saya PDP kan sekarang."
Sabtu (28/3/2020) lalu, Tirta mengatakan akan menjalani rapid test yang pertama, lalu pada Selasa depan, akan dilakukan swap tes.
Pada siaran langsungnya itu, beberapa kali Tirta batuk.
Namun Tirta mengaku, sebelumnya, tidak batuk dan baru terjadi setelah masuk rumah sakit.
Kendati demikian, dia menilai kondisinya dalam keadaan baik, lantaran tidak ada indikasi COVID-19 pada pemeriksaan paru-parunya.
Dia juga berpesan kepada masyarakat agar melakukan hal yang sama dengan dirinya bila menderita gejala ringan.
Selain itu, dia mengingatkan warganet agar terus menggaungkan aksi karantina wilayah, sebagai usaha memutus rantai penyebaran COVID-19.
"Jaga pola hidup bersih dan jangan mudik dulu, yang ketiga kalau yang merasa gejala demam atau nelan sakit dua tiga hari segera ke rumah sakit, saripada menulari sekitarnya."
Sementara itu, pada Minggu (29/3/2020) Tirta kembali mengabarkan kondisinya melalui postingan di Instagram.
Infus terpasang di tangan kanannnya, sementara itu di tangan kirinya memegang kertas yang bertuliskan kalimat penyemangat
"Saya terlatih ngatur toko banyak, @shoesandcare , selama kuliah 2009-2013c saya terbiasa bagi tugas, kuliah + usaha."
"So , ketika saya PDP , skrng , saya masih bisa lanjut berjuang dan ngurus bisnis," tulisnya.
Tirta juga menandai Gubernur Jakarta, Anies Baswedan terkait bantuan APD yang ia galakkan.
"Dan dari RS Akhirnya saya menemukan 1 FULL SET APD DARI tim saya yg keliling se-kota, saya beli 200 pcs dulu. Saya titip di balaikota ya pak @aniesbaswedan kalo di izinkan, tim nanti ke sana minggu depan," ujarnya.
"Makasih @kitabisacom , yok kita beli APD lagi. Makasih @kartikahospital , udah jaga gue, maaf dilarang jenguk. Even keluarga gue aja ga masuk. Gue ngurus diri gue sendiri."
"Makasih @belvadevara dan staf presiden @jokowi sudah bantu apreasiasi usul gue yaah," tambahnya.
Di kolom komentar dokter Tirta langsung penuh dengan komentar dukungan dari warganet.
Komentar positif dan doa untuk kesembuhan dr. Tirta pun ikut mengalir di laman komentar unggahan tersebut.
(*/ Tribunjogja.com )
Sumber:
Kompas.com judul "Cerita Dokter Tirta, Influencer yang Terjun Langsung Lindungi Tenaga Medis dari Covid-19", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/03/29/12163261/cerita-dokter-tirta-influencer-yang-terjun-langsung-lindungi-tenaga-medis?page=all#page4.
serambinews.com (via tribun-timur.com) dengan judul Dokter Tirta Jadi PDP Covid-19, Masuk RS karena Sakit Bronkitis, Titipkan Ini ke Anies Baswedan, https://aceh.tribunnews.com/2020/03/29/dokter-tirta-jadi-pdp-covid-19-masuk-rs-karena-sakit-bronkitis-titipkan-ini-ke-anies-baswedan?page=all.