Yogyakarta

Imbau Warga Tidak Berkumpul, Polda DIY Kedepankan Langkah Persuasif

Imbauan untuk membubarkan diri, akan segera dilakukan saat ditemukan kerumunan, atau aktifitas berkumpul ketika patroli.

Imbau Warga Tidak Berkumpul, Polda DIY Kedepankan Langkah Persuasif
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Polda DIY melakukan sweeping pedagang kaki lima (PKL) dan rumah makan yang tetap buka, Kamis (26/3/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Irvan Riyadi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Pemerintah telah menetapkan keadaan status darurat bencana Covid-19 atau Virus Corona sejak 29 Februari, lalu. 

Penetapan itu, disertai dengan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di keramaian.

Langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah meluasnya penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Namun, belum semua elemen masyarakat mengetahui, bahkan menyadari tentang seberapa pentingnya pembatasan jarak fisik yang bisa terjadi saat berkumpul.

BREAKING NEWS : Polda DIY Sweeping Kerumunan Masyarakat di Angkringan dan Tempat Makan

Terkait hal tersebut, aparat kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta, turun langsung dalam mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berkumpul di tempat-tempat tertentu.

Beberapa tahapan ditetapkan dalam tindakan penertiban warga yang masih melakukan aktifitas berkumpul.

Mulai dari melakukan patroli, dengan pendekatan persuasif, sampai tindakan penegakan hukum.

Kawasan wisata, kafe, pusat perbelanjaan, bioskop, serta tempat-tempat tongkrongan lain yang dianggap berpotensi ramai, menjadi area yang disasar aparat kepolisian untuk diberi imbauan.

Seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda DIY, Kombespol Yuliyanto, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Halaman
12
Penulis: Irvan Riyadi
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved