Wabah Virus Corona

Setelah Sembuh dari Infeksi Virus Corona, Ini yang Terjadi Pada Paru-paru Menurut Peneliti

Peneliti China telah menemukan kantung berisi cairan atau serpihan di paru-paru pasien yang terinfeksi corona.

Editor: Rina Eviana
Kompas.com
Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10 

Karena penyakit COVID-19 umumnya mempengaruhi saluran pernapasan bagian bawah, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi menunjukkan batuk kering, sesak napas atau pneumonia.

Para peneliti di Hong Kong mengatakan bahwa dalam penelitian terbaru, pasien yang telah sembuh dari COVID-19 dapat mengalami kerusakan paru-paru.

Sebuah studi kecil yang didapat dari 12 pasien sembuh itu menunjukkan bahwa dua atau tiga di antaranya telah mengalami penurunan fungsi paru-paru.

Namun, penelitian ini masih terlalu dini untuk mengonfirmasi efek jangka panjangnya.

"Pada beberapa pasien, fungsi paru-paru dapat menurun sekitar 20 hingga 30 persen setelah pemulihan," kata Dr. Owen Tsang Tak-yin, direktur medis dari Pusat Penyakit Menular di Rumah Sakit Princess Margaret di Hong Kong.

Pemindaian tomografi komputer telah menunjukkan adanya kantung berisi cairan atau 'serpihan' di paru-paru, yang mungkin semakin memburuk saat penyakit berkembang.

Dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan dari Rumah Sakit Zhongnam di Universitas Wuhan menganalisis 140 pemindaian paru-paru pasien Covid-19 dan menemukan ground glass opacity (GGO), temuan radiologi yang menunjukkan adanya kekaburan di area paru-paru akibat adanya kantung berisi cairan atau 'serpihan'.

Dugaan fibrosis paru-paru

Satu unit van dari Palang Merah Jerman (DRK) yang membawa warga negara Jerman yang dipulangkan dari Wuhan tiba di rumah sakit Palang Merah Jerman (DRK) di Berlin Kopenick, pada 9 Februari 2020.
Satu unit van dari Palang Merah Jerman (DRK) yang membawa warga negara Jerman yang dipulangkan dari Wuhan tiba di rumah sakit Palang Merah Jerman (DRK) di Berlin Kopenick, pada 9 Februari 2020. (John MACDOUGALL / AFP)

Penelitian lebih lanjut dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19 harus terus dilakukan untuk menunjukkan apakah mereka bisa terkena fibrosis paru atau gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut di organ paru-paru.

Pahami Cara dan Alur Virus Corona Penyebab COVID-19 Menginfeksi Tubuh

Seiring waktu, jaringan parut tersebut dapat menghancurkan paru-paru normal dan menyulitkan oksigen untuk masuk ke dalam darah.

Tingkat oksigen yang rendah (dan jaringan parut itu) dapat menyebabkan sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau COVID-19 (kuning) di antara sel manusia.
Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau COVID-19 (kuning) di antara sel manusia. (Kompas.com)

Fibrosis paru-paru tidak dapat disembuhkan karena perubahan bekas luka di jaringan paru-paru tidak dapat kembali ke kondisi semula.

Tetapi perkembangan fibrosis paru dapat ditunda dan bahkan kadang-kadang bisa dihentikan jika terdeteksi pada waktu yang tepat.

Apakah pasien yang pulih dari COVID- telah kebal?

Coronavirus di Wuhan
Coronavirus di Wuhan (Sky News)

Mayoritas ahli virologi yakin bahwa pasien yang telah sembuh dari Covid-19 akan menjadi kebal terhadap virus SARS-CoV-2.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved