Ahli Medis Peringatkan Potensi Gelombang Kedua Virus Corona di China
Profesor Li Lanjuan, anggota tim ahli penanganan Virus Corona mengungkap kekhawatiran itu, karena bisa memicu wabah Virus Corona kedua yang berbahaya
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Ahli medis memperingatkan adanya potensi gelombang kedua Virus Corona (COVID-19) di China seriring dengan bertambahnya arus kedatangan orang dari luar negeri.
Profesor Li Lanjuan, anggota tim ahli penanganan Virus Corona mengungkapkan kekhawatirannya itu, lantaran bisa memicu wabah Virus Corona kedua yang berbahaya.
Kekhawatiran itu muncul setelah otoritas kesehatan China melaporkan satu kasus COVID-19 yang dialami seseorang yang baru saja tiba dari luar negeri.
Orang itu teridentifikasi berinisial Jin, seorang pebisnis berusia 54 tahun.
Jin yang tinggal di Guangzhou, Provinsi Guangdong ini tercatat baru saja tiba dari Turki.
Kekhawatiran itu juga muncul bersamaan dengan mulai longgarnya pengamanan di episentrum pertama meledaknya wabah Virus Corona di Wuhan.
"Kota-kota semisal Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen dan Hangzhou memiliki frekuensi komunikasi internasional yang tinggi, saya sungguh khawatir akan adanya kasus impor yang bisa memicu wabah lainnya di negeri ini," kata Prof Li kepada China News.
Prof Li, yang memimpin tim medis untuk memerangi virus di Wuhan selama lebih dari 50 hari, juga menuntut para pejabat mengidentifikasi setiap orang yang telah terinfeksi dengan tes.
Jika tidak, epidemi Virus Corona akan muncul kembali.
China telah melaporkan penurunan tajam baru-baru ini dalam kasus virus corona baru di pusat persebaran awal di Wuhan atau sekitar provinsi Hubei.
Hal ini menandakan epidemi yang mungkin sudah berakhir.
Wabah mematikan COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan akhir tahun lalu dan telah menyebar ke seluruh dunia, menginfeksi lebih dari 350.000 orang dan menewaskan lebih dari 15.000.
Kekhawatiran di China mengikuti langkah Hong Kong untuk melarang semua wisatawan memasuki kota, termasuk kedatangan transit, mulai hari Rabu.
Hong Kong telah melihat lonjakan tiba-tiba dalam kasus virus corona dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Hong Kong mengkonfirmasi 44 kasus baru kemarin, 29 di antaranya telah melakukan perjalanan selama 14 hari masa inkubasi. (*/Mirror)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengenal-avigan-dan-klorokuin-obat-untuk-pasien-virus-corona-covid-19-yang-didatangkan-pemerintah.jpg)