Bisnis

Terimbas Isu Virus Corona, Penjualan Gudeg Bu Is Wijilan Ikut Menurun

Isu Virus Corona kembali memukul usaha kecil di Yogyakarta, Gudeg Bu Is Wijilan merupakan satu di antaranya.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri
Sri Wahyuni Pemilik Gudeg Bu Is di Wijilan, Senin (23/3/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Plengkung Wijilan merupakan sentra gudeg di Yogyakarta.

Satu diantaranya yaitu Gudeg Bu Is.

Gudeg Bu Is buka setiap hari dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Berlokasi di Jalan Wijilan nomor 1, Panembahan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta.

Terimbas Isu Virus Corona, Ojol di Yogyakarta Mengaku Sepi Orderan

Pengunjung yang datang pun dari berbagai wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Tak hanya dapat dinikmati secara langsung, pengunjung dapat membeli sebagai oleh-oleh.

"Kami juga sudah menyiapkan beberapa paketan diantaranya paketan kardus, besek (kardus yang dibuat dari anyaman bambu) dan kendil (dari tanah liat)," ungkapnya.

Pengunjung juga tidak perlu khawatir jika oleh-oleh yang dibawanya basi.

Gudeg ini bisa tahan hingga dua hari.

Harga yang dipatok juga murah mulai harga Rp 13.000 saja hingga Rp 280 ribu.

Kenali Perbedaan Batuk Biasa, Batuk TBC dan Batuk karena Virus Corona

Turun temurun

Sebelum memiliki usaha gudeg, Sri membantu orang lain berjualan gudeg juga di selasar toko daerah Wijilan.

Tahun 2004, Sri mulai memiliki inisiatif mendirikan usaha gudeg sendiri bernama Gudeg Bu Is.

Sri mengatakan usaha ini berdiri secara turun temurun dari ibunya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved