Apakah 'Lockdown' Benar-benar Efektif Cegah Penyebaran Virus Corona? Ini Penjelasan WHO

Apakah sistem kebijakan lockdown tersebut benar-benar bisa efektif untuk mencegah penyebaran wabah virus corona?

Editor: Muhammad Fatoni
prensarebelde
Ini Dia Gambaran Lockdown di Berbagai Negara, Mulai Dari Filipina Hingga Jerman 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah negara di dunia menerapkan sistem lockdown dalam upaya menangani kasus penyebaran virus corona covid-19.

Kebijakan lockdown di beberapa negara tersebut diyakini bisa memutus rantai penyebaran wabah virus corona yang kini telah menjadi pandemi global.

Negara-negara di Eropa hingga Asia pun telah menerapkan sistem Lockdown ini untuk mengatasi wabah tersebut.

Namun, apakah sistem kebijakan lockdown tersebut benar-benar bisa efektif untuk mencegah penyebaran wabah virus corona?

Ini Dia Gambaran Lockdown di Berbagai Negara, Mulai Dari Filipina Hingga Jerman
Ini Dia Gambaran Lockdown di Berbagai Negara, Mulai Dari Filipina Hingga Jerman (irishtimes.com)

Terkait hal ini Pakar darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (23/3/2020) mengatakan, negara-negara di seluruh dunia tidak bisa begitu saja menerapkan lockdown untuk mengalangkan virus corona.

Pejabat WHO itu menambahkan, ada banyak langkah-langkah kesehatan masyarakat yang harus diterapkan untuk menghindari kebangkitan virus di kemudian hari.

"Yang harus kita fokuskan adalah menemukan pasien Covid-19, mereka yang memiliki virus dan mengisolasi mereka. Kemudian menemukan orang yang telah kontak dengan mereka (pasien positif Covid-19) dan mengisolasi mereka," kata Mike Ryan dilansir Reuters, Minggu (22/3/2020).

"Bahayanya lockdown adalah, jika kita tidak menerapkan langkap kesehatan masyarakat yang kuat, ketika aturan pembatasan gerak dan lockdown dihentikan, maka bahaya penyakit akan muncul lagi," imbuh dia.

Pesan Sri Sultan HB X untuk Rakyat Jogja Hadapi Tidha-tidha yang Digambarkan Ronggowarsito

BREAKING NEWS : Pernyataan Resmi Sri Sultan Hamengku Buwono X soal Virus Corona Covid-19 di DIY

Sebagian besar Eropa dan AS mengikuti China dan negara-negasa Asia lainnya melakukan lockdown untuk melawan virus corona baru.

Semua orang diminta bekerja dan belajar dari rumah. Seluruh sekolah, restoran, dan tempat hiburan ditutup.

Ryan berkata, kasus di China, Singapura, dan Korea Selatan yang menggalakkan pengujian pada setiap kemungkinan pasien Covid-19 telah berhasil menekan angka pertumbuhan khusus.

Kini justru Eropa yang menggantikan posisi Asia sebagai pusat pandemi.

"Setelah kami menekan transmisi, kami harus mencari virusnya. Kita harus berjuang melawan virus," tegas Ryan.

Ini Dia Gambaran Lockdown di Berbagai Negara, Mulai Dari Filipina Hingga Jerman
Ini Dia Gambaran Lockdown di Berbagai Negara, Mulai Dari Filipina Hingga Jerman (ft.com)

Italia saat ini adalah negara yang paling parah terkena virus SARS-CoV-2 di seluruh dunia.

Hingga Senin (23/3/2020) siang, jumlah terinfeksi di negara itu adalah 59.138 dan total kematian 5.476.

Angka kematian di Italia adalah yang tertinggi di dunia. Jika dibandingkan China yang menginfeksi 81.093, korban tewas hanya 3.270 jiwa.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memperingatkan bahwa sistem kesehatan di Inggris bisa kewalahan menangani pasien Covid-19.

Tugas tenaga medis dapat menjadi ringan jika kita menghindari interaksi sosial atau melakukan social distancing.

Tempat parkir tampak kosong jelang pertandingan sepak bola Serie A Italia Juventus vs Inter Milan yang akan dimainkan secara tertutup, di Turin. Menteri Olahraga Italia meminta Matrch 8 untuk segera menangguhkan musim Serie A karena wabah koronavirus yang telah menewaskan 233 orang di negara itu.
Tempat parkir tampak kosong jelang pertandingan sepak bola Serie A Italia Juventus vs Inter Milan yang akan dimainkan secara tertutup, di Turin. Menteri Olahraga Italia meminta Matrch 8 untuk segera menangguhkan musim Serie A karena wabah koronavirus yang telah menewaskan 233 orang di negara itu. (Vincenzo PINTO / AFP)

Vaksin corona

Ryan juga mengatakan, beberapa vaksin untuk Covid-19 saat ini sedang dikembangkan.

Sejauh ini baru vaksin dari AS yang sudah memulai uji coba pada manusia.

Namun jika ditanya berapa lama kita bisa mendapat vaksin itu, Ryan mengatakan hingga saat ini belum dapat dipastikan. Kita harus realistis.

WHO Bersama Ilmuwan Seluruh Dunia Sedang Kembangkan 20 Vaksin untuk Virus Corona Covid-19

Panduan Tanya Jawab Novel Coronavirus (COVID-19) WHO yang Perlu Kamu Tahu

"Kita harus memastikan bahwa itu (vaksin) benar-benar aman digunakan. Kita memperkirakan mungkin butuh waktu setidaknya setahun," ujar Ryan.

"Vaksin pasti akan ditemukan. Tapi untuk sekarang, kita harus melakukan apa yang bsia dilakukan sekarang," tutupnya.

( kompas.com )

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona" 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved