Otomotif
Kostum Honda Monkey Gorila ala Black Smith Yogyakarta
Modifikasi motor Bergaya Honda Monkey Gorila ala Bengkel Black Smith Yogyakarta
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Besarnya peminat motor kustom di tanah air dilirik pabrikan motor dengan merilis beberapa seri motor kustom.
Satu di antaranya Honda Z50 atau lebih dikenal dengan sebutan Honda Monkey. Motor ini memiliki desain unik dan sukses menjadi salah satu ikon motor kustom milik Honda.
Kini peminat motor kustom bergaya modifikasi Honda Monkey juga semakin banyak.
Kali ini redaksi Gaspol 52 berkesempatan mengulas salah satu motor kustom Honda Monkey buatan bengkel kustom Black Smith Yogyakarta.
Motor kustom bergaya Honda Monkey ini dibangun dari mesin Yamaha Jupiter MX tahun 2006.
Sigit pemilik bengkel kustom Black Smith menjelaskan, konsep utama kostum motor menggunakan basic Yamaha Jupiter MX ini adalah Honda Monkey seri Gorila.
Pada dasarnya, acuan utama desain Honda Monkey Gorila, namun ada beberapa part dan bentuk yang menyesuaikan dengan karakter si empunya motor.
Untuk membuat Kustom bergaya Honda Monkey Gorila ini, hampir 90 persen bengkel Black Smith membuat sendiri.
Pada bagian rangka motor masih menggunakan bawaan pabrik Yamaha dengan beberapa penyesuaian. Termasuk pada kaki kaki yang dibuat lebih kekar untuk menopang beban kendaraan dan pengendara.
Motor yang diberi nama Alvaro Saputra ini memang tampil tak jauh berbeda dengan pabrikan Honda Monkey Gorila. Motor ini tampil kekar meskipun secara dimensi termasuk mungil untuk ukuran motor pabrikan saat ini.
"Disebut Monkey Gorila karena motor terlihat kekar dan ketika dikendarai, karena mungil, pengendaranya kesannya seperti monyet, kaki orang dewasa pasti terlalu panjang dan riding position juga terlalu pendek," terang Sigit.
• Melihat Perjalanan Dunia Kesehatan di Masa Lalu Lewat Pameran
Untuk menampilkan kesan kekar pada motor ini, disematkan variasi suspensi depan model upside-down berwarna kuning keemasan nampak harmoni dengan warna merah candy yang dipilih sebagai warna dominan bodi motor.
Selanjutnya, untuk velg depan dan belakang menggunakan velg milik skuter matic Kymco ring 13 dengan ukuran ban belakang 130/70 dan ban depan berukuran 120/70.
Pada tangki BBM dibuat kustom dengan bentuk menyerupai motor gaya Scrambler berkapasitas 5 liter dengan menyematkan tutup tangki BBM milik Kawasaki Ninja.
Sementara itu di bagian headlamp menggunakan lampu variasi LED daymaker. Sedangkan speedometer menggunakan variasi. Pada bagian stang digunakan stang paket Kustom Honda Monkey yang banyak tersedia di pasaran.
"Untuk suspensi belakang menggunakan dua buah kanan kiri memakai ride it GP. Dua suspensi ini diharapkan bisa memberikan kenyamanan saat melewati jalanan kurang rata," kata Sigit.
Bicara mesin, menurut Sigit, untuk basic Yamaha Jupiter MX sudah memadai dengan mesin berkapasitas 135 CC.
Sigit menyebut daya yang dihasilkan mesin ini hampir mendekati mesin Yamaha Vixion. Sigit menjelaskan, bila menggunakan mesin otomatis, maka ada penyesuaian dengan membuat dudukan gir untuk mengganti dudukan cvt.
Untuk melindungi blok mesin bagian bawah, Sigit pun memasang engine guard. Soal performa, Sigit menuturkan, meski pemasangan mesin tidur Yamaha Jupiter MX pada Kustom Honda Monkey Gorila ini di posisi miring sekitar 45 derajat, tak terlalu mempengaruhi kemampuan kerja mesin tersebut.
"Salah satu kelebihan menggunakan Yamaha Jupiter MX ini adalah sudah dibekali pendingin mesin yang bisa kita manfaatkan dan kita pasang tepat di depan mesin di bawah tangki," terang Sigit.
Sigit menambahkan, untuk knalpot, Black Smith membuat sendiri alias kustom dengan menyesuaikan dimensi motor sehingga tampilan knalpot semakin melengkapi karakter motor ini.
Ditanya soal biaya keseluruhan membuat motor kustom bergaya Honda Monkey Gorila ini, Sigit menyebut sekitar Rp 22 juta termasuk modal motornya.
Sejarah Honda Z50
Generasi awal Honda Z50 awalnya dibuat untuk fasilitas sebuah taman kanak-kanak di Tokyo pada tahun 1961 dengan nama Honda Z100 yang hanya memiliki mesin berkapasitas 49 CC. Lantaran mencuri perhatian dan banyak peminatnya, pada tahun 1964 Honda meluncurkan seri CZ100.
Pada perkembangannya pabrikan Honda mengeluarkan seri Honda Monkey pada tahun 1969 untuk pasar Eropa. Beberapa seri seperti Honda Z50R dirilis dengan tampilan sport dan sempat digunakan di arena balap.
Selain pada tahun 1988 Honda kembali merilis versi jalanan Honda Monkey, ZB50. Model ini tampil seperti sportbike dengan menggunakan rangka aluminium dan suspensi belakang monoshock. Sementara itu untuk pasaran Jepang sendiri, juga dirilis seri CZ100 di awal tahun 1970 an.
Lalu di tahun 1978 Honda merilis Honda Monkey versi yang lebih besar, yakni Z50J-III yang kemudian disebut Gorila. Untuk seri ini, Honda sudah menerapkan sistem kopling manual 4 percepatan dan tangki bahan bakar yang lebih besar. Di tahun 1990 produksi varian ini sempat dihentikan dan baru diproduksi kembali di tahun 2007.
Sementara itu, di pasaran Indonesia, pada tahun 2018 Honda merilis Honda Monkey. Nuansa klasik motor ikonik ini tetap dipertahankan, namun Honda telah menyematkan teknologi dan fitur modern, serta mesin berkapasitas lebih besar.(Tribunjogja/Yudha Kristiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kostum-honda-monkey-gorila-ala-black-smith-yogyakarta.jpg)