Melihat Perjalanan Dunia Kesehatan di Masa Lalu Lewat Pameran
Sejarah mencatat perjalanan panjang dunia kesehatan sejak zaman kerajaan di negeri ini.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejarah mencatat perjalanan panjang dunia kesehatan sejak zaman kerajaan di negeri ini.
Catatan tersebut hingga saat ini masih bisa dilihat melalui beberapa literatur kuno. Selain itu, benda-benda peninggalan bersejarah yang berhubungan dengan usaha kesehatan masyarakat tempo dulu juga masih bisa dilihat dan dipelajari hingga saat ini.
Museum Sonobudoyo Yogyakarta menghadirkan kembali benda-benda sejarah yang berhubungan dengan usaha kesehatan masyarakat pada zaman kerajaan melalui sebuah pameran bertajuk Nanti Kita Cerita Tentang Sehat Hari Ini.
Pada pameran yang digelar mulai 16 hingga 24 Maret ini, pengunjung bisa menyaksikan jejak usaha kesehatan masyarakat zaman kerajaan yang berumur ratusan tahun lalu. Di antaranya ada pipisan, bokor dan antam.
Ryan koordinator pameran menuturkan, pameran kali ini mengangkat tema kesehatan dan kehidupan sehari-hari dalam lingkup kebudayaan Jawa dengan menampilkan koleksi perspektif masa lalu.
"Bagaimana masyarakat Jawa zaman dahulu menjaga kesehatan dan menyikapi terjadinya wabah penyakit dengan pengobatan tradisional diceritakan dalam pameran ini," terang Ryan.
• Video Anak Terus Menangis Tak Bisa Peluk Ibunya yang Sedang Jalani Karantina Virus Corona
• Kasus Pasien Virus Corona atau Covid-19 Terbaru di Yogyakarta, Pulang dari Tangerang
Di pameran ini, pengunjung juga bisa melihat model kapal, buku Staatsblad tahun 1920, bothekan, kotak obat, lontar usada, hingga kain batik Tambal.
Menurut catatan sejarah, benda-benda tersebut merupakan bagian dari usaha kesehatan masyarakat saat itu.
Misalnya motif batik tambal yang memiliki arti tambal bermakna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak.
Selain usaha obat dan alat-alat kesehatan, benda-benda tertentu seperti batik motif tambal ini dipercaya bisa membantu kesembuhan orang sakit saat itu yakni dengan menyelimuti orang sakit tersebut menggunakan kain batik motif tambal.
Makna batik motif tambal kurang lebih menceritakan bahwa manusia pernah berbuat salah dan diharapkan mau memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik, lahir maupun batin.
Ryan menjelaskan, untuk aspek historis masing masing benda menceritakan manfaat khusus.
Misalnya Staatsblad 1920, sebuah arsip dari peraturan influenza ordonantie yang diterbitkan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada waktu itu.
"Arsip ini berisi acuan menyikapi pandemi flu Spanyol yang saat itu juga mewabah sebagian besar wilayah Nusantara," ungkap Ryan.
Literasi dan Edukasi Hidup Sehat
• Bagaimana Dampak Polusi Udara pada Penyebaran Virus Corona? Ini Kata Para Ahli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/melihat-perjalanan-dunia-kesehatan-di-masa-lalu-lewat-pameran.jpg)