Nilai Tukar Rupiah Tembus 16.038 Per Dollar AS, Terlemah Sejak 22 Tahun Terakhir

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus melemah di tengah wabah virus corona yang terjadi di Indonesia.

Editor: Hari Susmayanti
Sputnik
ILUSTRASI Dollar 

TRIBUNJOGJA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus melemah di tengah wabah virus corona yang terjadi di Indonesia.

Pada Jumat (20/3/2020), Dilansir dari data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menyentuh Rp 16.038.

Melemah 0,79 persen dibandingkan penutupan kemarin pada 15.913.

Posisi ini merupakan yang terlemah dalam 22 tahun terakhir.

Sementara itu untuk kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp 16.273 per dollar AS.

Melemah melemah 3,57 persen dibandingkan sebelumnya pada 15.712.

Hal itu juga merupakan rekor terburuk sejak krisis moneter 1998 lalu.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, melemahnya mata uang Garuda ini karena kepanikan yang melanda pasar.

"Pasar panik, rupiah saat ini sudah menyentuh level Rp 16.035 per dollar AS. Ini level kunci dan akan terus melemah sambil menunggu informasi virus corona," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim pagi ini.

Menurut dia, secara fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

"Walaupun rupiah ke Rp 16.500 per dollar AS, fundamental Indonesia masih kuat. Ini murni karena panik saja," ujarnya.

Sementara terkait stimulus yang digulirkan bank sentral dunia termasuk Bank Indonesia, dia menyebut, hal itu belum memberikan pengaruh yang signifikan.

"Stimulus yang dilakukan oleh bank sentral global semua serba dadakan, ini mengindikasikan bank sentral terjadi kepanikan yang luar biasa," sebutnya.

UPDATE Virus Corona di Kota Yogya : 5000 Warga Sudah Periksa ke RS Jogja,1 Positif, 4 PDP dan 33 ODP

Viral Video Anggota DPRD Blora Marah Karena Ogah Tes Kesehatan Cegah Virus Corona, Petugas Tertunduk

Instruksi Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo meminta Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas rupiah dan laju inflasi di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference dari Istana Bogor, Jumat (20/3/2020).

"Saya minta BI fokus terus jaga stabilitas rupiah, menjaga inflasi agar terkendali, dan mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah di dalam negeri," kata Jokowi saat membuka rapat.

Rapat tersebut membahas kebijakan moneter dan fiskal menghadapi dampak ekonomi pademi global Covid-19.

Sebelum menggelar rapat tersebut, Jokowi mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur BI, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan.

Jokowi meminta sinergi ketiga lembaga tersebut dengan Kementerian Keuangan terus diperkuat.

"Pastikan ketersediaan likuiditas dalam negeri, kemudian memantau setiap saat terhadap sistem keuangan dan mitigasi risiko sekomprehensif mungkin, sedetail mungkin," kata Jokowi.

Secara khusus, Jokowi juga meminta OJK untuk lebih fokus pada kebijakan stimulus ekonomi yang memberikan kemudahan dan keringanan bagi kelompok-kelompok terdampak, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan sektor informal.

Sehingga aktivitas produksi bisa berjalan dan pengusaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

"Saya dapat laporan OJK sudah keluarkan stimulus ekonomi bagi debitur, termasuk debitur UMKM yang terkena dampak Covid-19.

Saya kira kebijakan restrukturisasi kredit maupun pembiayaan sangat bagus. Saya minta kebijakan stimulus ini dievaluasi secara periodik untuk lihat kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan," kata dia.

Selain itu, Jokowi juga meminta Kredit Usaha Rakyat lebih intensif lagi dan dieksekusi sebanyak-banyaknya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Jumat (20/3/2020) terpantau melemah.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.20 WIB rupiah berada pada level Rp 15.962 per dollar AS atau melemah 50 poin sebesar 0,31 persen dibanding penutupan Kamis Rp 16.012 per dollar AS. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sentuh Rp 16.038 Per Dollar AS, Rupiah Catat Rekor Terburuk 22 Tahun", .

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Minta BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Pandemi Corona", .

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved