Hand Sanitizer Langka di Pasaran, Bupati Banyumas Bikin Hand Sanitizer Berbahan Dasar Ciu
Pembuatan hand sanitizer berbahan ciu juga bertujuan agar minuman alkohol itu tidak untuk mabuk-mabukan.
"Nanti dari kami gratis, (ciu) akan kami beli sebanyak-banyaknya," paparnya.
• Sri Sultan HB X Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di DIY, Ini Pertimbangannya
• Daftar Lengkap 24 Rumah Sakit Rujukan untuk Kasus Corona Covid-19 di Wilayah DIY
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Banyumas berupaya membuat sendiri hand sanitizer dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada.
Pemkab Banyumas berencana mengembangkan sentra ciu di Desa Wlahar sebagai pusat produksi produksi hand sanitizer.
Sebenarnya Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas ini sudah dikenal lama sebagai tempat pembuatan minuman beralkohol.
Masyarakat setempat menyebut minuman keras tersebut dengan istilah ciu.
Para pengrajin banyak yang merasa minder karena tempat tesebut sebagai produksi ciu yang merupakan minuman beralkohol.
Casmadi (70), warga Gerumbul Karanglo, RT 01 RW 03, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon tidak merasakan hal itu.
Pria usia 70 tahun itu bekerja sebagai pengrajin ciu sudah bertahun-tahun lamanya.
Casmadi menjelaskan, bahan-bahan utama yang dibutuhkan dalam pembuatan ciu tersebut.
Bahan-bahan yang diperlukan seperti gula jawa sekira 30 kilogram, tape singkong sekira 1,5 kilogram, dan tape beras sekira 1 kilogram.
Kemudian, semua bahan-bahan itu dimasukan ke dalam sebuah wadah tong dan direndam selama 10 hari.
Selama 10 hari itulah terjadi proses fermentasi yang nantinya akan disuling untuk menghasilkan ciu.
"Satu tong besar itu bisa menghasilkan 25 liter ciu."
"Kalau yang kecil biasanya menghasilkan 20 liter," ujar Casmadi kepada TribunBanyumas.com, Jumat (20/3/2020).
• Rekomendasi Ahli: Jangan Membuat Hand Sanitizer Sendiri, Ini Alasannya
• Unisa Produksi Hand Sanitizer Berbahan Ekstrak Bunga Lavender
Ciu Wlahar dijual per liter mulai dari Rp 20 ribu dan Rp 30 ribu jika sudah disuling.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-banyumas-achmad-husein.jpg)