Jawa

Bupati Klaten Rakor Bersama Tokoh Agama Atasi Virus Corona

Bupati Klaten Sri Mulyani, Kamis sore, 19 Maret 2020 memimpin rapat koordinasi (Rakor) pengendalian penyakit virus corona atau covid 19 bersama tokoh

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Dok Pemkab Klaten
Bupati Klaten Sri Mulyani, Kamis sore, 19 Maret 2020 memimpin rapat koordinasi (Rakor) pengendalian penyakit virus corona atau covid 19 bersama tokoh agama dari berbagai organisasi keagamaan yang diadakan di ruang B1 Setda Klaten 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani, Kamis sore, 19 Maret 2020 memimpin rapat koordinasi (Rakor) pengendalian penyakit virus corona atau covid 19 bersama tokoh agama dari berbagai organisasi keagamaan yang diadakan di ruang B1 Setda Klaten.

Ada beberapa keputusan yang diambil dalam rakor tersebut antara lain Salat Jumat bagi umat Islam di Klaten disepakati tetap dilaksanakan, namun jemaah membawa perangkat salat sendiri dan di masjid disediakan sarana cuci tangan pakai sabun.

Rakor selain dihadiri oleh Bupati Klaten, juga dihadiri Dandim 0723 Klaten, Kapolres Klaten, Sekda Klaten, Ketua Gugus Tugas (Gugas) Pengendalian Penyakit (PP) Covid 19 Kabupaten Klaten, dr Ronny Roekmito.

Kemudian juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Klaten, Perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Takmir Masjid Al Aqso, Majelis Tafsir Al Quran (MTA) Klaten dan para tokoh agama lainnya.

ASN Klaten Dilarang Dinas Luar Daerah untuk Antisipasi Covid-19

Bupati Klaten, Sri Mulyani pada rakor tersebut menyampaikan, Salat Jumat yang tetap dilaksanakan dengan beberapa ketentuan seperti jemaah membawa alas salat sendiri dan disediakan cuci tangan pakai sabun, juga untuk sosialisasi, antisipasi dan pencegahan covid 19 menggunakan mobil Matur Dokter Dinkes Klaten.

Kemudian, jelas Sri Mulyani, penyemprotan disinfektan akan dimaksimalkan dan bagi yang membutuhkan dapat menghubungi call center tentunya nanti akan dikoordinasikan dengan Gugas Covid 19 karena juga untuk disinfektan ini terbatas.

Masyarakat diimbau menghindari kumpul-kumpul dan kerumunan maksimal 60 orang namun juga harus memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan.

Kemudian juga dengan catatan harus disediakan sarana cuci tangan pakai sabun maupun juga menggunakan hand sanitizer.

"Tokoh agama kami minta ikut menyosialisasikan langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten. Untuk menekan terjadinya penyebar virus covid 19 yang terbaik adalah dengan melakukan social distancing yakni mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung," imbuh Sri Mulyani.

Bupati Klaten Pimpin Aksi Penyemprotan Disinfektan di 10 Pusat Keramaian untuk Cegah Virus Corona

Bupati Klaten Sri Mulyani juga mengatakan, acara keagamaan yang lebih bersifat sunah dapat ditunda karena lebih mengedepankan kesehatan seluruh umat maupun masyarakat.

Bahwa pendekatan kepada tokoh-tokoh dan pemuka agama agar terus dilakukan untuk menghindari adanya kesalahpahaman.

Kemudian, kata Bupati Klaten Sri Mulyani, acara Tawur Agung bagi Agama Hindu sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi sesuai kesepakatan akan tetap dilaksanakan dan peserta Tawur Agung juga akan ditekan seminimal mungkin dengan catatan juga harus mengikuti SOP yang telah ditentukan.

Seluruh peserta rakor berkomitmen mempertahankan untuk Klaten pada garis kuning bahkan menjadi hijau atau aman dari virus corona.

"Salat Jumat berjalan seperti biasa dan juga fatwa MUI bagi yang sakit untuk sementara dapat dilakukan Salat Dzuhur di rumah. Dana siap pakai akan digunakan untuk pembelian logistik," kata bupati.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved