Kota Yogyakarta
Disdik Kota Yogya Terapkan 2 Metode Belajar
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menerapkan dua metode pembelajaran, yaitu secara tatap muka di kelas dan online.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menerapkan dua metode pembelajaran, yaitu secara tatap muka di kelas dan online.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Dedi Budiono mengakui merebaknya COVID-19 mempengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Tidak semua siswa mengikuti KBM di sekolah karena tidak diperbolehkan orangtuanya.
"KBM di sekolah lancar, tetapi memang tidak semua siswa masuk sekolah. Ada yang sakit, ada yang tidak diperbolehkan sama orangtuanya karena takut. Makanya ada dua metode pembelajaran. Yang masuk sekolah ya seperti biasa, sementara yang tidak masuk sekolah bisa sekolah secara online,"katanya, Kamis (19/03/2020).
• Sudah Ada Sekolah di Sleman yang Menerapkan KBM Daring
Ia melanjutkan, saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan Konsultasi Belajar Siswa (KBS) online dan e-learning.
Hal itu untuk mempersiapkan diri jika KBM dialihkan secara online.
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga menyerahkan metode sekolah online kepada sekolah masing-masing.
Menurut dia metode masing-masing guru dan sekolah berbeda.
"Jadi terserah nanti mau pakai whatsapps group, google form, google classroom, atau yang lain. Tergantung guru dan siswa, mana yang lebih mudah untuk digunakan,"lanjutnya.
Jika proses KBM dialihkan dengan sistem online, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah siap, pihaknya telah bertemu dengan semua kepala sekolah untuk memberikan arahan. Pengawasan siswa pun menjadi satu hal yang dibahas.
• BREAKING NEWS : Pemda DIY Belum Konfirmasi Adanya Penambahan Kasus Positif Covid-19 di DIY
"Terkait pengawasan siswa juga sudah kita bahas. Kami koordinasi dengan Kelurahan, Kecamatan, Kepolisian, Satpol PP untuk ikut mengawasi anak-anak. Jadi belajar di rumah tetap belajar,"ujarnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 15 Yogyakarta, Siti Arina Budiastuti mengungkapkan 99 persen siswanya masuk.
Sebab kelas IX tengah mengikuti tes persiapan UNBK, sementara kelas VII dan VIII sedang menghadapi tes tengah semester.
Terkait dengan proses KBM online, pihaknya sudah siap. Selama ini sekolah sudah mulai menerapkan KBM online.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)