Wabah Virus Corona
Apakah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara atau Airborne?
Meski jaga jarak sosial atau social distancing telah dilakukan, kemungkinan risiko penularan masih dapat terjadi
Tayang:
Editor:
Rina Eviana
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Wartawan memakai alat pelindung khusus, seperti sendal karet, baju pengaman khusus, dan masker untuk memasuki laboratorium yang memeriksa sampel media pembawa virus corona untuk penelitian di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Sri Oemijati, Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).
"Jadi jarak paling aman Anda adalah tinggal enam kaki jauhnya dari semua orang, sebanyak yang Anda bisa," kata Dr. Bhuyan.
Virus campak, contohnya, dapat hidup di udara hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi keluar.
Sedangkan virus corona, MERS yang muncul pada 2012 di Timur Tengah, juga ditemukan dalam bentuk infeksi yang diambil dari sampel udara di rumah sakit tempat pasien dirawat.
Namun, hingga saat ini, penelitian baru terus muncul tentang bagaimana COVID-19 menyebar dan masih banyak yang harus dipelajari tentang penyebaran virus corona, SARS-CoV-2 ini.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara atau Airborne?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ini-kondisi-kesehatan-presiden-jokowi-dan-jajaran-menterinya-setelah-selesai-jalani-tes-covid-19.jpg)