Yogyakarta
Sultan Pertimbangkan Pembelajaran Online di Rumah
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku berhati-hati untuk mengambil keputusan penting, khususnya yang langsung mengena ke masyarakat luas di DIY.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku berhati-hati untuk mengambil keputusan penting, khususnya yang langsung mengena ke masyarakat luas di DIY.
Ia mengatakan bahwa hari ini (Kamis) akan mengadakan pertemuan yang melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik), Bupati dan Walikota se-DIY.
Hal tersebut untuk membahas model pembelajaran yang tepat untuk siswa di tengah wabah Covid-19 yang melanda negeri ini.
"Literasi online maupun program online di Yogya lewat Disdik sudah kita lakukan mulai 2014. Itu bisa cover seberapa jauh, sampai pada konteks seberapa jauh online dan mereka di rumah itu kira-kira yang punya laptop atau apapun kira-kira berapa persen 70-80 persen atau baru 40 persen biarpun dia bisa menggunakan laptop tapi itu kan di sekolahnya. Kita punya program setiap sekolah 20 komputer baik SD SMP kalau SMA potensi sendiri," ujarnya dalam Jumpa Pers di BBTKLPP Yogyakarta, Rabu (18/3/2020).
• Puluhan Siswa di Bantul Tidak Ikut UNBK SMK Lantaran Sakit
Ia pun memikirkan bagaimana dengan siswa yang tidak memiliki laptop maupun komputer di rumah.
Apakah memungkinkan bila bergabung dengan rekannya untuk belajar online.
"Itu kita hitung. Kita akan meliburkan dua minggu bisa berlanjut apa cukup seminggu kita evaluasi nanti kalau efektif mungkin kita teruskan, kalau tidak efektif lebih baik dia masuk sekolah lagi. Ini menjadi pertimbangan-pertimbangan, yang penting tidak sekadar saya mengatakan kamu belajar online tapi saya tidak mau tahu dia di rumah atau pergi dan sebagainya pokoke iku urusanmu kan saya nggak bisa mengatakan itu," ungkapnya.
Sultan menambahkan bahwa semua ada konsekuensinya.
Mulai dari alat yang harus dibeli bila pembelajaran online ini diterapkan hingga memastikan siswa betul-betul belajar di rumah.
"Jangan seperti tadi pagi ada dialog diliburkan tapi kenapa di justru di pantai-pantai banyak anak-anak berada di sana. Kan malah membangun penularan-penularan. Ini tidak sesuai harapan. Saya tidak mau seperti ini, ini omong kosong. Bukan memcahkan persoalan tapi menambah persoalan," tegasnya.
• 5 Hal Penting yang Harus Dilakukan saat Social Distancing untuk Cegah Penyebaran Virus Corona
Sultan menambahkan bahwa Pemda DIY masih punya ruang mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan bila pembelajaran online dilakukan.
"Online di rumah ya benar-benar di rumah. Dengan belajar, bisa kita kendalikan untuk tidak keluar rumah. Kebijakan harus ada aplikasi yang jelas. Tapi itu pedoman baru besok (hari ini) sehingga kita tahu persis keputusan apa. Kita punya pengalaman 2006 2010," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)