Bantul
Puluhan Siswa di Bantul Tidak Ikut UNBK SMK Lantaran Sakit
Sebanyak 26 siswa SMK terpaksa tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari pertama dan kedua.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 26 siswa SMK terpaksa tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari pertama dan kedua.
Puluhan siswa tersebut tidak bisa mengikuti ujian lantaran sakit.
Siswa SMK yang tidak bisa menghadiri UNBK hari pertama, pada Senin (16/3) tercatat ada 11 siswa.
Kemudian hari kedua, Selasa (17/3/2020) berjumlah 15 siswa.
Sementara untuk data siswa yang tidak hadir UNBK pada hari ketiga, masih dalam proses pendataan.
Puluhan siswa yang tidak bisa mengikuti ujian tersebut, nantinya akan dijadwalkan untuk mengikuti ujian susulan pekan depan, sebelum pelaksanaan UNBK untuk SMA/MA.
• Pantau UNBK SMK di Tengah Wabah Virus Corona, Wakil Bupati Bantul Sebut Berjalan Lancar
Melihat pelaksanaan di SMKN 1 Bantul sendiri ada 2 siswa yang tercatat tidak bisa mengikuti UNBK.
Keduanya diketahui sedang sakit.
Satu sakit demam berdarah (DBD) dan satu lagi sakit karena asam lambung.
"Keduanya menjalani rawat inap di RSUD Panembahan Senopati," kata Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Bantul, Suhirman, saat dihubungi, Rabu (18/3/2020)
Ia menyebutkan, total peserta UNBK tingkat SMK di Kabupaten Bantul berjumlah 5.887 siswa.
Jumlah tersebut sudah termasuk jumlah peserta yang tidak dapat hadir karena sakit.
Hingga pelaksanaan hari ketiga berlangsung, diakui Suhirman, semuanya berjalan lancar.
Tidak ada kendala dan hambatan besar. Hanya masalah kecil yang menurutnya dapat terselesaikan ditingkat sekolah.
Seperti misalnya, salah satu ruangan ada satu komputer yang gagal login.