Bantul
Puluhan Siswa di Bantul Tidak Ikut UNBK SMK Lantaran Sakit
Sebanyak 26 siswa SMK terpaksa tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari pertama dan kedua.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
"Semua itu sudah dapat diselesaikan. Karena sekolah biasanya menyediakan komputer cadangan di tiap-tiap ruang ujian," kata dia.
• Listrik Mati Sempat Warnai Pelaksanaan UNBK SMK di Hari Kedua
Suhirman juga mengatakan, tahun ini pelaksanaan UNBK lebih banyak didominasi sekolah yang sudah melangsungkan ujian dalam dua sesi.
Dari total 13 SMK Negeri dan 46 Swasta, menurutnya, hanya ada lima persen yang masih melangsungkan UNBK tiga sesi.
Sebabnya, karena keterbatasan laboratorium komputer yang dimiliki.
Salah satu SMK yang masih menyelenggarakan UNBK dalam tiga sesi adalah SMKN 2 Kasihan.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Kasihan Bidang Kurikulum, Rochma Kartianianingsih mengatakan, pihaknya masih melangsungkan UNBK dalam tiga sesi karena hanya memiliki dua ruang laboratorium komputer.
Masing-masing ruang laboratorium berisi sekitar 25 komputer sedangkan peserta ujian berjumlah 140 siswa sehingga ujian dibagi dalam tiga sesi.
"Selesainya, sampai jam 16.00 sore," terangnya.
Rochma mengatakan, hingga hari ketiga, pelaksanaan ujian di sekolahnya berlangsung lancar.
Tidak ada kendala. Peserta ujian semuanya bisa hadir tepat waktu.
Untuk urusan listrik, pihaknya bahkan memasang genset untuk mengantisipasi manakala terjadi pemadaman listrik.
Pelaksanaan UNBK tahun ini menurutnya tidak jauh berbeda dengan ujian tahun sebelumnya.
Hanya saja, ditengah merebaknya virus Corona atau COVID-19, pihaknya lebih waspada.
Menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer didepan ruang ujian.
Kemudian, sebelum memasuki ruang ujian, siswa terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan suhu badan.