Breaking News:

Yogyakarta

Persiapan Operasional Penuh YIA Masuk Tahap Finalisasi

Tidak semua penerbangan akan pindah ke YIA. Nantinya di Bandara Adisutjipto akan menyisakan pesawat baling-baling.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Direktur Utama Angkasa Pura 1 Faik Fahmi dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (11/3/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Angkasa Pura 1 datang ke Kompleks Kepatihan untuk bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait kesiapan pemindahan penerbangan di Bandara Adisutjipto ke Yogyakarta International Airport (YIA), Rabu (11/3/2020).

Direktur Utama Angkasa Pura 1, Faik Fahmi mengatakan bahwa saat ini proses pemindahan dalam tahap finalisasi.

"Sudah siap. Tinggal finalisasi aja. Ini juga akan banyak menampilkan kearifan lokal jadi ada ornamen yang mencirikan budaya khas Yogya yang saat ini tahap finalisasi. Tinggal mempercantik, dikasih tanaman, dan sebagainya. Ini akan menjadi bandara yang istimewa seperti Yogya Istimewa," ungkapnya seusai pertemuan.

Jam Operasional di Bandara Adisutjipto Yogyakarta Akan Dikurangi

Terkait kesiapan lainnya yakni masalah penerbangan, Faik mengatakan bahwa tidak semua penerbangan akan pindah ke YIA.

Nantinya di Bandara Adisutjipto akan menyisakan pesawat baling-baling.

Sementara itu, untuk penerbangan internasional, fokus yang utama yakni memindahkan penerbangan yang sudah ada saat ini yakni Silk Air dan Air Asia ke YIA.

"Karena pesawat badan besar sudah bisa mendarat, diharapkan akan banyak penerbangan asing yang bisa beroperasi di situ dengan pesawat besar. Beberapa airlines sudah menjajaki untuk bisa mengoperasikan langsung dari beberapa negara dengan pesawat besar. Harapannya yang nenggunakan pesawat besar adalah turis yamg berkunjung ke YIA. Ada beberapa (yang sudah oenjajakany), tapi saya tidak bisa sebutkan," terang Faik.

Disinggung mengenai bandara sebagai gerbang utama wisatawan asing masuk ke Indonesia, dengan maraknya wabah COVID-19, Faik menjelaskan bahwa saat ini di seluruh bandara yang berada di bawah Angkasa Pura 1, sudah dilakukan peningkatan pengawasan terhadap seluruh penumpang, baik yang datang maupun berangkat.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Kalau kemarin kita mengawasi hanya yang datang dari internasional, sekarang internasional dan domestik ada thermal scanner agar semua pengunjung terkontrol suhunya. Bila di atas 38, kita siapkan jalur khusus terpisah. Kalau sesuai ketentuan ada tiga negara diawasi khusus yakni Iran, Italia, Korsel. Seluruh WNA dari tiga negara tersebut harus menyertakan sertifikat bahwa mereka sehat oleh otoritas setempat sebelum masuk ke Indonesia," urainya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa dirinya berharap terkait YIA, bahwa semua proses bisa berjalan lancar dan cepat.

"Kalau saya makin cepet selesai makin senang. Tourisme di Yogyakarta tumbuh. Jadi saya oyak-oyak terus," ujarnya

Sementara itu, menanggapi isu COVID-19, Sultan menjelaskan bahwa sektor pariwisata berada dalam posisi gambling.

"Tapi kalau mereka memang dalam keadaan sehat, tidak ada masalah. Kami percaya pada yang bertugas di airport, pengawasan yang ketat tadi sudah disampiakan untuk tiga negara, yang suhu lebih dari 38 sudah bisa dikonfirmasi. Kita tidak perlu takut," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved