PSIM Yogyakarta

Filosofi di Balik Jersey PSIM Yogyakarta Musim 2020

PSIM Yogyakarta resmi meluncurkan jersey anyar yang akan dikenakan pada kompetisi Liga 2 2020.

ISTIMEWA
Pemain PSIM Jogja, Raymond Tauntu dan Sunni Hizbullah mengenakan jersey anyar yang akan digunakan pada kompetisi Liga 2 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta resmi meluncurkan jersey anyar yang akan dikenakan pada kompetisi Liga 2 2020.

Sama sebagaimana musim sebelumnya, jersey tim berjuluk Laskar Mataram ini diproduksi secara mandiri (self apparel).

Sekilas, jersey kandang yang sudah pasti identik dengan warna biru ini tampak seperti kostum PSIM Yogyakarta musim 2015 silam yang khas motif garis-garis horizontal. 

Motif batik parang rusak yang menjadi identitas klub tersemat di bagian pundak, berwarna emas.

Jalani Liga 2 2020, PSIM Yogyakarta Gandeng Enam Sponsor

Dua garis horizontal berwarna emas juga tersemat di bagian dada. Selain itu, warna emas pada jersey juga tampak di bagian lengan serta bagian samping celana.

Desainer jersey PSIM Yogyakarta, Ditya Fajar Rizkizha mengatakan, pada jersey kandang PSIM terdapat garis horizontal dengan 5 garis biru tua dan 4 garis biru.

"Garis horizontal melambangkan kesan tenang. Garis berjumlah 5, dalam artian Jawa berasosiasi pada 'panca' atau kekuatan diri. 4 garis mendatar warna biru berasosiasi pada 'kerta' atau kemenangan," ujar alumni pascasarjana DKV ISI Yogyakarta ini.

"Nah jumlah garis di jersey home ini berjumlah 9 yang berarti 'Hanggatra' yaitu kesempurnaan," tambahnya.

Sedangkan dua garis emas 'dwi' yang tersemat di antara logo PSIM memiliki arti keseimbangan. 

BREAKING NEWS : Ciduk Bandar Narkoba, Polres Bantul Amankan 1,1 Kilogram Sabu

"Warna kuning emas pada jersey diambil dari lambang Kraton Ngayogyakarta. Pemilihan warna emas juga didasari dari sisi heritage. Warna kuning emas melambangkan prestasi, kesuksesan, serta kejayaan," kata Ditya.

"Jadi, secara keseluruhan jersey home PSIM Jogja musim 2020 memiliki arti luas kekuatan diri untuk meraih kemenangan menuju kesempurnaan/kejayaan didasari keseimbangan antara doa dan kerja keras," jelasnya.

Sedangkan jersey tandang, PSIM memilih dominan warna putih dengan motif batik parang rusak di bagian tengah jersey.

Ditambah tiga garis vertikal berwarna biru dan dua garis abu-abu vertikal. 

Aksen warna emas juga tersemat pada jersey tandang ini tampak di bagian kerah, lengan, serta samping celana.

"Arti secara luas jersey away ini memiliki makna kekuatan yang stabil yang dimiliki PSIM Jogja melalui dukungan penuh kedua suporternya untuk meraih kemenangan pada laga tandang," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved