Konser Cadas Java Open Air Singgah di Yogyakarta, Hadirkan 'In Flames' Band Metal Asal Swedia

JOA adalah festival musik cadas berskala internasional tahunan yang diadakan di dua kota di Pulau Jawa.

Tayang:
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Mona Kriesdinar
IST
Suasana jumpa media Java Open Air di Silol Kopi and Eatery Yogyakarta, Sabtu (7/3/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tahun pertamanya, sebagai Event Organization (EO), Niceplay melahirkan anak pertama yang bertajuk Java Open Air (JOA).

JOA adalah festival musik cadas berskala internasional tahunan yang diadakan di dua kota di Pulau Jawa.

JOA mengusung tema “FEAR THE FEST”, dimana kemarahan adalah katarsis manusia ketika menghadapi banyak persoalan yang kian padat di kepala.

Festival musik ini melibatkan band-band nasional dan band internasional serta menggandeng industri-industri kreatif lokal untuk berpartisipasi. Tujuannya adalah meningkatkan industri kreatif di Indonesia khususnya di Yogyakarta.

"Melalui festival ini diharapkan dapat membangun daya tarik musik Indonesia dan praktisi kreatif serta memberdayakan orang untuk mendukung kearifan lokal. Selain itu, festival musik ini juga merupakan wadah bagi band-band Indonesia dan creative-preneurs Indonesia untuk dapat unjuk gigi baik di kancah nasional maupun internasional," beber Yusuf Novantoro selaku Project Officer JOA dalam sela jumpa media di Silol Kopi and Eatery Yogyakarta, Sabtu (7/3/2020).

Java Open Air perdana besok akan menghadirkan pasukan metal asal Swedia; In Flames.

Band yang telah berkarier sejak 1990 ini telah melakukan tur keliling dunia dan mempengaruhi banyak band metal saat ini.

Terhitung hingga hari ini, In Flames telah mendapat empat penghargaan Grammis.

Pada tahun 2005, In Flames memenangkan penghargaan Grammis pertama mereka di kategori Album Hard Rock/Metal Terbaik untuk “Soundtrack to Your Escape”.

Pada tahun 2006, In Flames adalah band metal pertama yang memenangkan Swedish Export Award sebagai penghargaan Grammis kedua mereka.

Pada tahun 2007, In Flames sekali lagi memenangkan kategori Album Hard Rock / Metal Terbaik untuk “Come Clarity”. Mereka juga memenangkan penghargaan "Best International Band" dari Metal Hammer Golden Gods Awards pada 2008.

"Selain itu In Flames sangat mencintai Indonesia. Mereka sangat antusias dan sedang menyiapkan sesuatu yang spesial," sambung Project Officer yang akrab disapa Gharux itu.

Sedangkan barisan band cadas Indonesia yang akan tampil di antaranya adalah Rising The Fall, Bias (Yogyakarta), Serigala Malam (Yogyakarta), Zi Factor, D’ark Legal Society, Burgerkill, Blingsatan, Daging, Karat, Fraud, dan Wolffeet.

Burgerkill merupakan band metal asal Bandung yang telah terbentuk sejak tahun 1995. Band ini beberpa kali menjadi nominasi dan memenangkan penghargaan.

Pada tahun 2004, Burgerkill memenangkan Indonesian Music Awards sebagai Best Metal Production untuk album “Berkarat”. Pada tahun 2012, Burgerkill memenangkan Favourite Metal Song dalam Indonesia Cutting Edge Awards untuk lagu “House of Greed”.

Band metal asal Indonesia ini juga pernah memenangkan penghargaan Metal as F*ck dalam Metal Hammer Golden Gods Awards dan Hammersonic Awards dalam Magnitude Hammersonic Metal Awards tahun 2016.

Band metal lain yang akan mengisi penampilan di Java Open Air adalah Fraud. Fraud adalah band metal asal Surabaya yang dibentuk oleh seorang gitaris bernama Kecenk dan dinaungi oleh Gounderz Records.

Selain itu, band asal Yogyakarta, Bias, juga akan ikut meramaikan acara Java Open Air. Bias adalah band metal yang berhasil memenangkan Planetrox tahun 2019 dan mewakili Indonesia dalam Le Festive Envol et Macadam di Kanada.

Java Open Air akan dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2020 bertempat di Jogja Expo Center dan 27 Maret 2020 bertempat di Surabaya Carnival Park. Pengunjung tidak hanya disuguhi pertunjukan musik, namun juga dapat menikmati Wall of Fame, Community Space, dan Collaboration Market.

Java Open Air juga akan mengadakan pameran industri kreatif lokal, di mana akan ada banyak stand untuk lini pakaian lokal, perupa, dan fotografer yang berpartisipasi dan menunjukkan kreasi mereka. Beberapa dari mereka akan meluncurkan produk yang dibuat khusus untuk festival.

"Festival ini adalah tempat untuk menyatukan band-band Indonesia, musisi, artis, dan wirausaha kreatif lainnya, kami memberikan ruang kreatif untuk mereka sehingga dapat mengekspos ide dan kreatifitasnya secara global," tambah "PJ" Panji, Festival Director Java Open Air.

Sekitar 10.000 tiket akan dijual oleh promotor untuk mengakomodasi pasar dari Indonesia dan mancanegara.

Harga tiket untuk admission#1 sekitar Rp175 ribu dan akan ada admission#2 yang jauh lebih murah dibandingkan dengan beberapa festival musik lainnya.

Tiket dapat dibeli langsung pada ticket box di Artifex (Bandung), Goth Six (Surabaya), Eight Wardrobe (Tasikmalaya), Metal Gear (Ciamis), Starcross (Jakarta, Bogor, Purwokerto, Salatiga, Kudus, Semarang, Kediri, Malang, Jogja, Solo), Balakosa (Jogja), Silol Kopi & Eatery (Jogja), Eight Wardrobe (Jogja & Tasikmalaya).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved