Jawa

Pagelaran Kethoprak Ceritakan Legenda Asal Muasal Bukit Sidoguro

Sejak diresmikan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani pada akhir tahun lalu, warga Klaten, kini sudah tidak asing dengan Obyek Wisata Rowo Jombor dan Bukit

Tayang:
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Dok Pemkab Klaten
Humas dan Wartawan di Kabupaten Klaten berpartisopasi dalam Pagelaran Ketoprak berjudul ” Dumadine Gumuk Sidoguro” pada Kamis (5/3/2020) malam di Halaman RSPD Klaten 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejak diresmikan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani pada akhir tahun lalu, warga Klaten, kini sudah tidak asing dengan Obyek Wisata Rowo Jombor dan Bukit Sidoguro.

Siapa sangka banyak kisah menarik nan penuh pesan moral dalam cerita rakyat asal muasal Rowo Jombor dan Bukit Sidoguro.

Dikemas dalam pementasan seni nan apik, Humas dan Wartawan di Kabupaten Klaten secara lihai menyampaikan kisah tersebut dalam Pagelaran Ketoprak berjudul ” Dumadine Gumuk Sidoguro” pada Kamis malam (5/2/2020) di Halaman RSPD Klaten.

Wisata Baru Bukit Sidoguro Tingkatkan Peluang Usaha Warga Klaten

Dalam pagelaran yang sukses menghibur masyarakat ini disutradarai oleh Joko Krisnanto, dengan turut melibatkan Kabag Humas Klaten, Wahyudi Martono, Plt Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, Pegiat Kesenian dan Wartawan di Kabupaten Klaten.

Dikisahkan salah satu abdi dari Kerajaan Wirata bernama Sidagora yang diperankan oleh Plt Disparbudpora Sri Nugroho tengah menjalani perjalanan spiritual.

Sidaguro tengah mengantarkan Pangeran Pathohan yang tengah dalam terluka meninggalkan Kerajaan Wirata hingga sampailah di Jimbung. Karena bertapanya Bendoro dan abdinya, Pangeran Pathohan akhirnya diberi kesembuhan.

Nantinya, di Jimbunglah Pangeran Pathohan kelak akan membangun Kerajaan Jimbung.

Hingga pada akhirnya, karena suatu alasan tertentu Pangeran Pathohan menyembunyikan Kerajaan Jimbung di alam gaib.

Selain itu, Kali Kuning pun turut dibedah agar menggenangi Istana Kerajaan Jimbung.

Genangan tersebut kemudian menjadi rawa yang dikenal dengan Rowo Jimbung.

Sementara itu, abdinya yang bernama Sidagora turut menempati alam gaib dengan menempati bukit yang kemudian dikenal sebagai Bukit Sidoguro.

Apresiasi atas pementasan Ketoprak ini diberikan oleh berbagai pihak, salah satunya Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten 1 Ronny Roekmito yang menjelaskan bahwa Bupati sangat mengapresiasi berbagai kegiatan kesenian dalam memperingati HPN dan HUT RSPD Klaten ini.

Menurut Ronny Roekmito, Kabupaten Klaten memang terkenal akan kesenian ketopraknya.

Pihaknya pun turut mengapresiasi kolaborasi antara Humas Klaten dan Wartawan dalam menampilkan kesenian kali ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved