Bantul
Dua Warga Bantul Masih Hilang
Nenek berusia 74 tahun itu dinyatakan hilang sejak kamis (5/3/2020) lalu, di desa setempat dan hingga Jumat (6/3/2020) sore, belum ditemukan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Warga Dusun Poyahan, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong mendadak gempar dengan hilangnya salah satu warganya, bernama Sumijem.
Nenek berusia 74 tahun itu dinyatakan hilang sejak kamis (5/3/2020) lalu, di desa setempat dan hingga Jumat (6/3/2020) sore, belum ditemukan.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban.
Kapolsek Pundong, AKP Haryanto, menceritakan, Sumijem pergi meninggalkan rumah sejak Kamis pagi, pukul 05.00 WIB tanpa pamit kepada keluarganya.
Ditunggu sampai Jumat belum juga pulang ke rumah.
• Kronologi Hilangnya Pairin, Diduga Terseret Arus Sungai Opak, Warga Hanya Temukan Sarung dan Sandal
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata dia, korban sudah pikun.
"Keterangan dari pihak keluarga, kondisinya bingung dan sedikit lupa ingatan," terang Kapolsek, dihubungi Jumat (6/3/2020).
Menurut dia, sebelumnya sekitar sebulan yang lalu, sang nenek juga diketahui sempat pergi dari rumah.
Beruntung ditemukan oleh warga di Sempalan, Pundong.
Hilangnya sang Nenek saat ini, merupakan kali kedua.
Tim pencarian dan penyelamatan masih terus berupaya menemukan korban.
Sedikitnya ada sekitar 60 personel gabungan yang dikerahkan.
Terdiri dari unsur TNI-Polri, Search and Rescue (SAR) gabungan, PMI, warga dan sejumlah relawan.
Posko pencarian juga telah didirikan di kompleks Sendang Surocolo, Selopamioro, Pundong, yang tidak jauh dari Goa Jepang.
"Kegiatan pencarian saat ini masih terus berlangsung," kata dia.
Sungai Opak
Selain Mbah Sumijem, warga Bantul yang dinyatakan hilang juga terjadi di Sungai Opak. Tepatnya di Dusun Kembang Songo, Desa Trimulyo, Jetis atas nama Pairin.
Kakek 66 tahun yang berprofesi sebagai pencari pasir di sungai Opak itu diduga hanyut terbawa arus pada Rabu, 4 Maret 2020.
• BREAKING NEWS : Kakek 66 Tahun Asal Bantul Hilang, Diduga Hanyut Terbawa Arus Sungai Opak
Proses pencarian terhadap Pairin masih dilakukan.
Hingga memasuki hari ketiga, korban masih belum ditemukan.
Proses pencarian melibatkan SAR gabungan.
Mereka melakukan penyisiran di sepanjang sungai Opak dari lokasi kejadian sampai muara Opak di Pantai Depok.
Bahkan memasuki hari ketiga, pencarian diperluas sampai penyisiran di pinggiran pantai.
Koordinator Satlinmas Wilayah III Parangtritis, Arief Nugroho mengatakan, sejak tiga hari terakhir volume air sungai Opak mengalami peningkatan seiring dengan intensitas curah hujan di Utara.
Apabila korban hanyut terbawa arus Sungai Opak, maka dimungkinkan sudah terbawa arus sampai muara sungai, sehingga bagian hulu sungai terus dilakukan penyisiran.
Penyisiran, kata dia, dilakukan melalui darat.
"Karena lewat sungai membahayakan," ujar dia.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/upaya-pencarian-terhadap-mbah-sumijem.jpg)