Cara Iran yang Diembargo Amerika Serikat Atasi Penyebaran Virus Corona

Hampir 50% pasien dengan virus corona di China telah sembuh dan bisa beraktivitas sedia kala. Dari data per Kamis (5/3/2020), sebanyak 50.692 pasien

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
dok.ist/via tribun padang
Virus Corona Menyebar di Iran 

TRIBUNJOGJA.COM - Hampir 50% pasien dengan virus corona di China telah sembuh dan bisa beraktivitas sedia kala.

Dari data per Kamis (5/3/2020), sebanyak 50.692 pasien sembuh dari total 94.074 kasus.

Namun, berbeda dengan di Iran. Negara tersebut baru saja mengalami penyebaran virus corona belum lama ini.

Virus yang berasal dari Wuhan, China itu telah memengaruhi setidaknya 31 provinsi di sana.

“Virus ini sudah menyebar dan hampir memengaruhi seluruh provinsi kita dalam satu waktu. Ini adalah penyakit global,” ujar Presiden Iran, Hassan Rowhani dalam situs kepresidenen seperti dilansir dari South China Morning Post.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, setidaknya ada 92 orang telah meninggal akibat virus corona itu.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di luar China, tempat dimana virus berasal.

Wamenkes Iran, Iraj Harirchi memperlihatkan perilaku aneh saat menggelar jumpa pers
Wamenkes Iran, Iraj Harirchi memperlihatkan perilaku aneh saat menggelar jumpa pers (SkyNews)

Dilaporkan, ada 2.922 orang telah terinfeksi dengan Provinsi Tehran dan Qom menjadi provinsi terparah.

253 dan 101 kasus terbaru mengenai COVID-19 baru saja dilaporkan.

Shiite, kota suci dari Qom, selatan Tehran adalah pusat dari penyebaran virus corona di Iran.

Dari situ pula, kematian pertama dilaporkan pada 19 Februari 2020 lalu.

Semenjak itu, otoritas kesehatan Iran berupaya untuk memberhentikan penyebaran yang pesat.

Cara pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus itu adalah dengan menutup sekolah, membatalkan acara kebudayaan maupun olahraga dan memotong jam kerja.

Bahkan, mereka juga membatalkan solat Jumat bersama yang biasa dilakukan setiap minggu.

Ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus.

Presiden Rowhani mengaku optimis bahwa Iran akan bisa melalui ini semua dengan kematian yang minimal dan periode waktu yang singkat berkat kemampuan doktor dan perawat.

Presiden Iran Hassan Rouhani.
Presiden Iran Hassan Rouhani. ((ATTA KENARE / AFP))

Ia juga tak ingin menerima bantuan Amerika Serikat tanpa menyebutkan negara tersebut secara langsung.

Ini berkaitan dengan penawaran AS untuk membantu Iran menyelesaikan virus corona minggu lalu.

“Mereka tampil dengan topeng simpati ‘kami juga ingin membantu rakyat Iran’. Tapi kalau benar-benar ingin membantuk, angkat donk sanksi obat-obatan,” tambahnya lagi.

Ucapannya itu mengacu kepada perjanjian nuklir yang dikhianati oleh Donald Trump pada tahun 2018.

Saat itu, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi yang telah memukul ekonomi Iran.

Para pejabat AS mengatakan bahwa sanksi itu tidak berkaitan obat-obatan untuk Iran, tapi hal itu dibantah oleh Iran.

Virus ini bahkan telah menginfeksi sejumlah pejabat penting di negara tersebut.

Kepala Layanan Darurat Nasional, Pirhossein Kolivand adalah salah satu petinggi yang terkena virus itu.

Penyebaran Virus Corona di Korea Selatan Semakin Bertambah
Penyebaran Virus Corona di Korea Selatan Semakin Bertambah (yonhap)

Ia adalah korban ketiga.

Sementara, yang pertama adalah Mohammad Mirmohammadi, anggota Dewan Kemanusiaan yang memberi nasihat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Diketahui, dalam perjalanannya melawan virus corona, Mirmohammadi meninggal dunia.

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi juga jatuh sakit karena COVID-19.

Pada Selasa (2/3/2020), Khamenei meminta tentara untuk membantu Kementerian Kesehatan memerangi virus tersebut.

“Apapun yang bisa membantu kesehatan publik dan mencegah penyebaran penyakit ini adalah baik dan jika tidak adalah dosa,” ujarnya saat itu.

Ia mengerahkan setidaknya 300 ribu tentara dan relawan untuk mengatasi epidemi tersebut.

Tak hanya itu, salah seorang anggota lembaga eksekutif, Abdolreza Mesri mengatakan ada 23 anggota yang terkena.

Ia meminta 23 orang itu untuk menghindari publik.

“Orang-orang ini punya kedekatan dengan publik dan mereka membawa virus yang berbeda dari negara bagian yang berbeda yang mungkin saja membuat virus baru. Jadi, kami rekomendasikan bahwa mereka harus menghindari pubik,” katanya.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved