Wabah Virus Corona
Sejumlah Provinsi di China Turunkan Tingkat Kewaspadaan Virus Corona
Kabar baik datang dari negeri panda. Meski China menjadi negara yang mengawali penyebaran virus corona, namun kini salah satu provinsi di sana
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Kabar baik datang dari negeri panda. Meski China menjadi negara yang mengawali penyebaran virus corona, namun kini salah satu provinsi di sana mendeklarasikan penurunan status kewaspadaan.
Provinsi itu adalah Zhejiang. Pada 23 Januari 2020 lalu, Provinsi Zhejiang sempat menjadi area dengan pasien terjangkit virus corona terbanyak setelah Provinsi Hubei.
Namun, pada Senin (2/3/2020) lalu, Zhejiang secara resmi menurunkan status kewaspadaan daerah itu dari Grade I yang paling tinggi hingga ke Grade II.
Menurut Komisi Kesehatan Zhejiang, setidaknya sudah 9 hari, Zhejiang tidak mendapat kasus virus corona baru.
Total 1.205 kasus terkonfirmasi, satu meninggal dan 1.050 orang telah kembali dari rumah sakit.
“Semua kota dan distrik di provinsi ini sudah hijau dan memiliki resiko minimal,” ujar salah satu komisi dikutip dari South China Morning Post.
Diketahui, Zhejiang menyumbang 5,62 triliun Yuan setara dengan USD 804 miliar untuk PDB China pada tahun 2018, terbesar keempat dalam daftar. Namun, ia masih diungguli oleh Guangdong dengan 9,73 triliun Yuan.
Sebelum Zhejiang, Provinsi Guangdong telah menurunkan tingkat kewaspadaan hingga ke Grade II sejak 24 Februari 2020 lalu.
Penurunan grade tersebut memang merupakan permintaan Presiden China, Xi Jinping agar perekonomian di negara itu bisa kembali berjalan.
Presiden Xi Jinping sempat berbicara kepada puluhan ribu pejabat di seluruh negeri dalam sebuah telekonferensi.
Ia mengatakan kepada mereka untuk melakukan berbagai tindakan pengendalian penyakit tergantung pada kondisi setempat dan untuk menurunkan tingkat tingkat tanggap darurat jika memungkinkan.
Guangdong, yang bertetangga dengan Hong Kong, telah menjadi provinsi yang paling terkena dampak penyebaran virus setelah Hubei. Sebanyak 1.345 kasus infeksi dan enam kematian telah dikonfirmasi.
Tetapi jumlah kasus baru yang dilaporkan setiap hari telah jatuh ke satu digit selama seminggu terakhir di akhir bulan Februari.
Pakar Pulmonologi Zhong Nanshan yang juga membantu pemerintah untuk mengontrol persebaran virus corona itu mengatakan adanya penurunan grade bukan tanpa sebab. Hal ini lantaran masyarakt juga sudah paham akan pentingnya hidup bersih.
"Saya pikir sekarang adalah waktu yang tepat," kata Zhong. "Ini akan membantu produksi untuk melanjutkan,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/virus-corona-semakin-menyebar-perusahaan-apple-tutup-42-toko-di-china-2.jpg)