Wabah Virus Corona
Penjelasan Ahli Soal Mpon-mpon yang Disebut Bisa Tangkal Virus Corona
Nama Mpon-mpon tiba-tiba naik ke permukaan menyusul kabar adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi Virus Corona.
Penjelasan Ahli Soal Mpon-mpon yang Disebut Bisa Tangkal Virus Corona
TRIBUNJOGJA.COM - Nama Mpon-mpon tiba-tiba naik ke permukaan menyusul kabar adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi Virus Corona.
Kaitannya, Mpon-mpon atau Empon-empon itu disebut-sebut mampu menangkal serangan Virus Corona.
• Antisipasi Virus Corona, Ini 15 Makanan yang Bisa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Apalagi kabar tersebut dikaitkan dengan penelitian seorang profesor Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom.
Benarkah Mpon-mpon bisa menangkal serangan Virus Corona?
Sebagaimana dilansir Kompas.com, formulasi Nidom terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, sereh dan bahan-bahan lainnya.
• Khasiat Daun Pepaya : Penurun Demam, Antimalaria, Hingga Bermanfaat Bagi Kekebalan Tubuh
Terkait efeknya terhadap virus corona, Nidom berkata bahwa mpon-mpon mengandung curcumin yang berungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru.
Sitokin, ujar Nidom, merupakan respons imun terhadap adanya virus.
"Jadi sebetulnya sitokin merupakan fungsi positif, tetapi punya efek negatif yaitu merusak sel di sebelahnya. Sitokin inilah yang menyebabkan tubuh menjadi panas kalau seseorang terinfeksi kuman," ujar Nidom kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2020).
Namun, efektifitas formulasi ini baru melalui uji praklinis terhadap tikus. Itu pun yang terinfeksi flu burung, jenis virus corona lainnya, bukan Covid-19.
Kata para ahli lainnya
Terkait efek curcumin terhadap Covid-19, para ahli lain juga angkat bicara.
Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc SpP(K), membenarkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan badai sitokin pada paru pasien.
Namun, hingga kini belum ada kajian atau bukti ilmiah mengenai kaitan curcumin dengan badai sitokin, khususnya yang disebabkan oleh Covid-19.
"Bahwa curcumin bisa meningkatkan sistem imun, oke, karena itu memang dianggap jamu dan obat tradisional, tapi kalau sudah badai sitokin kita enggak bisa lagi, itu harus tindakan medis," ujarnya.
Ahli Imunitas Prof Dr dr iris Rengganis SpPD-KAI juga sependapat. Dia berkata bahwa tanpa adanya kajian ilmiah, ahli medis belum bisa menyatakan apakah suatu obat atau prosedur itu efektif atau tidak.