Bisnis

Warga Bantul Kreasikan Minyak Jelantah Jadi Sabun untuk Hilangkan Noda Membandel

Sabun batang ini berfungsi untuk mencuci pakaian yang efektif menghilangkan noda bandel, seperti noda darah, noda makanan, noda tanah.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Yomi memanfaatkan minyak bekas pakai atau jelantah untuk membuat sabun cuci berwujud sabun batang dan sabun cair. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memanfaatkan minyak goreng bekas pakai atau jelantah, Yomi Windri Asni mengolahnya menjadi barang bernilai ekonomi.

Berlimpahnya jelantah di bank sampah yang ia kelola, membuatnya tergerak mengelola sendiri limbah tersebut.

Yomi menilai, selain disetorkan pada pengepul, ia juga ingin bisa membuat olahan jelantah yang bisa dilakukan di skala rumah tangga.

"Selama ini minyak jelantah hanya kami setor ke pengepul besar, yang mereka diarahkan untuk pembuatan biodiesel. Melihat jelantah kita banyak, sebulan 30-50 liter, kalau kita setorkan semua nggak ada poin apa-apa," ujarnya belum lama ini.

"Terus saya berpikir pemanfaatan lain selain biodiesel, kalau untuk skala rumah tangga, sabun ini bisa dibuat di rumah oleh ibu-ibu," sambungnya.

Mahasiswa UNY Ciptakan Sabun Anti Kudis dan Gatal-Gatal dari Ekstrak Daun Kedondong

Akhirnya pada April 2019 lalu, Yomi memproduksi sabun batang berbahan dasar jelantah.

Sabun batang ini berfungsi untuk mencuci pakaian yang menurutnya efektif menghilangkan noda bandel.

"Kelebihannya sangat efektif untuk membersihkan noda membandel. Seperti noda darah, noda makanan, noda tanah," urainya.

Selain sabun batang, ia juga membuat sabun cair khusus untuk mencuci kain batik atau kain berpewarna alam.

"Kalau sabun cair bisa digunakan untuk mencuci batik. Dia merawat warna, baik untuk pewarna alami, jadi tidak mudah luntur," terang Yomi yang memberi merk sabunnya dengan nama Langis.

Dalam satu hari, Yomi bisa memproduksi hingga 90 batang sabun.

Untuk satu liter jelantah bisa menghasilkan 14 batang sabun.

Yomi mengaku, dalam sebulan ia bisa menjual 150-200 batang sabun.

Sementara untuk sabun cair terjual hingga 30 botol per bulan.

"Saya jual online. Harga sabun batang Rp15.000 dan sabun cair Rp25.000," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved