Breaking News:

Jawa

Desa di Klaten Ini Dikukuhkan Sebagai Cikal Bakal Desa Angkringan

Mayoritas warga Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten menekuni profesi usaha angkringan secara turun-temurun.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Dok Pemkab Klaten
CIKAL BAKAL ANGKRINGAN : Klaten Sri Mulyani melakukan peresmian Monumen Cikal Bakal Angkringan di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat pada Rabu siang (26/2/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Mayoritas warga Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten menekuni profesi usaha angkringan secara turun-temurun.

Melalui usaha angkringan, lebih dari 600 keluarga di Desa Ngerangan terbantu dari segi perekonomiannya.

Hal tersebut tidak terlepas dari peran Karso Djukut, dan pelaku sejarah yang masih hidup, Wiryo Jeman (95).

Sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur, kini Pemerintah Desa Ngerangan dan para tokoh masyarakat berupaya mengangkat desanya sebagai Cikal Bakal Angkringan.

Kisah Siswa SMA 1 Sigaluh Sukses Menjadi Juara Lomba Karya Tulis, Tak Malu Jualan Angkringan

Adalah Suwarna (41) salah satu Inisiator dalam mewujudkan Desa Ngerangan sebagai Desa Cikal Bakal Angkringan.

Ditemui pada Rabu siang (26/2/2020), Suwarna menyebutkan bahwa usaha angkringan sejak dulu telah menjadi roda penggerak perekonomian warga setempat.

Suwarna yang selama 13 tahun berprofesi sebagai penjual angkringan menyebutkan bahwa dalam satu hari, penjual angkringan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu.

Menurutnya, pendapatan warga sebagai produsen gerobak pun tak kalah menjanjikan peminatnya.

"Dalam sehari berjualan, rata-rata kita pelaku angkringan bisa mendapat untung bersih hingga ratusan ribu. Kalau untuk harga gerobak, untuk bangku pikul kita jual dengan harga berkisar 2,5 - 3 juta rupiah, untuk gerobak dorong lengkap dengan peralatannya harganya mulai dari 3,5 juta rupiah. Kita pasarkan sudah sampai nasional, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi juga. Salah satunya ada seorang pengusaha gerobak disini yang aktif produksi dan sering kirim sekitar 40-50 buah gerobak dalam satu bulan," terang Suwarna.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved