Mengenal Angin Duduk, Nyeri Dada yang Dipicu Masalah Pada Jantung

Dalam istilah medis, angin duduk dikenal sebagai angina atau keluhan kesehatan berupa rasa nyeri di bagian dada.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
NET
Angina atau angin duduk, berupa rasa nyeri di bagian dada 

Mengenal Angin Duduk, Nyeri Dada yang Dipicu Masalah Pada Jantung

Istilah angin duduk mungkin sering kita dengar, tapi apa sebenarnya angin duduk? Dan apa saja bahayanya?

Dalam istilah medis, angin duduk dikenal sebagai angina atau keluhan kesehatan berupa rasa nyeri di bagian dada.

Nyeri dada ini disebabkan ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen.

Mungkin terasa seperti ada yang menghimpit bagian dada atau seperti ada remasan. Rasa yang tidak nyaman ini juga dapat terjadi di bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Nyeri Angina bahkan terasa seperti gangguan pencernaan.

Tapi, angina bukanlah penyakit.

Ini adalah gejala dari masalah jantung, biasanya penyakit jantung koroner (PJK).

Ada banyak jenis angina, termasuk angina mikrovaskular, angina Prinzmetal, angina stabil, angina tidak stabil, dan varian angina.

Ini biasanya terjadi karena satu atau lebih dari arteri koroner menyempit atau tersumbat, juga disebut iskemia.

Angina juga bisa menjadi gejala penyakit mikrovaskular koroner (MVD). Ini adalah penyakit jantung yang memengaruhi arteri koroner jantung terkecil dan lebih cenderung memengaruhi wanita daripada pria.

MVD koroner juga disebut sindrom jantung X dan PJK non-obstruktif.

Tergantung pada jenis angina yang Anda miliki, ada banyak faktor yang dapat memicu rasa sakit angina. Gejalanya juga bervariasi berdasarkan jenis angina yang Anda miliki.

Jenis-jenis Angina

1. Angina Pectoris yang stabil
2. Angina tidak stabil
3. Varian (Prinzmetal) Angina
4. Angina Mikrovaskular

Pahami Risiko Anda untuk Angina

Jika Anda berisiko terkena penyakit jantung atau penyakit jantung koroner, Anda juga berisiko menderita angina. Faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan penyakit jantung koroner meliputi:

1. Kadar kolesterol tidak sehat
2. Tekanan darah tinggi
3. Merokok
4. Diabetes
5. Kegemukan atau obesitas
6. Sindrom metabolik
7.Diet yang tidak sehat
8. Usia yang lebih tua (Risiko meningkat untuk pria setelah usia 45 tahun dan untuk wanita setelah usia 55 tahun.)
9. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini

Diagnosis Angina

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved