Ini yang Terjadi Jika Asam Lambung Naik Hingga Kerongkongan, Nyeri Dada Hingga Panas
Keluhan kesehatan seperti GERD atau refluks atau disebut pula dengan istilah heartburn ini diakibatkan oleh naiknya asam lambung hingga kerongkongan
Ini yang Terjadi Jika Asam Lambung Naik Hingga Kerongkongan, Nyeri Dada Hingga Panas
TRIBUNJOGJA.COM - GERD atau Gastroesophageal reflux disease adalah gangguan pencernaan akibat asam lambung yang naik ke esofagus (refluks).
Esofagus adalah kerongkongan, saluran makanan yang menyambungkan mulut dengan lambung.
Esofagus ini berada di belakang trakea serta di depan tulang punggung. Adapun di dalam faring terdapat tujuh lubang. Dua di antaranya adalah saluran eustachius, dua bagain posterior lubang hidung (nares) yang berada di belakang rongga hidung, mulut, laring dan esofagus.
Keluhan kesehatan seperti GERD atau refluks atau adapula yang menyebut dengan istilah heartburn ini diakibatkan oleh naiknya asam lambung hingga kerongkongan.
Ini bisa membuat penderita merasa mual bahkan muntah dan juga dada terasa panas seperti terbakar (heartburn).
Penyakit GERD dapat terjadi ketika ada gangguan pada katup (sphincter) bagian abwah esofagus.
Dalam kebanyakan kasus, GERD dapat dihilangkan melalui perubahan pola makan dan gaya hidup.
Namun, beberapa orang mungkin memerlukan obat atau operasi.
Refluks yang sering atau konstan ini dapat menyebabkan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
Mirip Serangan Jantung
Terdapat pula kemiripan antara keluhan asam lambung dengan gejala jantung, yakni nyeri pada ulu hati.
Dokter Spesialis Jantung RS Awal Bros Bekasi Timur, dr Ronaldi, Sp.JP, FIHA, FAPSC mengatakan bahwa keluhan ini disebut sebagai “nyeri alih”, yaitu nyeri yang menyerupai asam lambung padahal gangguan atau serangan jantung.
Lalu, bagaimana membedakan keluhan asam lambung dan jantung?
Ronaldi menyebutkan bahwa keluhan jantung bisa dilihat dari dua hal yaitu ciri-ciri faktor risiko jantung yang tidak dapat dikendalikan dan ciri-ciri faktor risiko jantung yang dapat dikendalikan.
Ciri-ciri risiko jantung yang tidak dapat dikendalikan yaitu faktor usia (usia lanjut memiliki risiko penyakit jantung yang lebih besar), jenis kelamin (pria lebih berpotensi terkena serangan jantung), dan keturunan.
Sementara itu, ciri-ciri risiko jantung yang dapat dikendalikan adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tubuh, kencing manis atau diabetes melitus, gaya hidup (merokok, konsumsi makanan, olahraga, dan sebagainya), serta kadar asam urat.
“Jadi risiko yang dapat kita cegah adalah ciri-ciri risiko yang dapat dikendalikan karena risiko tersebut dapat dideteksi melalui medical check-up secara rutin, cek rekam jantung, treadmill jantung, dan konsultasi rutin dengan dokter,” tutur Ronaldi seperti dikutip dari keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerd-atau-asam-lambung.jpg)