Yogyakarta

Warga Minta Masalah SAH Dongkelan Segera Ditangani

Saluran Air Hujan (SAH) yang berada di Dongkelan RT 8 Panggungharjo, Sewon, Bantul pada musim hujan saat ini dinilai meresahkan warga.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Kondisi SAH Dongkelan yang ketika hujan deras meluap dan menggenangi rumah warga sekitar 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Saluran Air Hujan (SAH) yang berada di Dongkelan RT 8 Panggungharjo, Sewon, Bantul pada musim hujan saat ini dinilai meresahkan warga.

Pasalnya saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, air dari SAH meluap dan menggenangi rumah warga.

Kepala Dukuh Dongkelan Edi Sarwono mengatakan, rumah yang tergenang akibat luapan SAH Dongkelan jumlahnya bisa mencapai 10-20 rumah.

Hal tersebut dianggap sangat menggangu aktifitas mereka dan membuat warga terdampak mau tidak mau harus mengungsi.

BREAKING NEWS : Tersangka Insiden Susur Sungai Sempor Bertambah

"Kalau kebanjiran kami tidurnya di Balai RT," ujarnya di hadapan Komisi C DPRD DIY yang melakukan peninjauan lapangan, Senin (24/2/2020).

Selain karena faktor cuaca, luapan SAH Dongkelan juga dianggap terlalu berat menanggung beban air dari sekitarnya.

Mulai dari Suryodiningratan, Minggiran, Pojok Beteng, Plengkung Gading dan sebagainya.

Keberadaan Bendungan Tanjung di kawasan Tamansari pun dinilai tak mampu menampung semua hingga akhirnya air masuk ke SAH Dongkelan.

"Kami minta solusi agar tidak kebanjiran terus," bebernya.

PLT Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY R Tito Asung Kumoro mengatakan bahwa masalah SAH Dongkelan akan diselesaikan seiring dengan rencana pembangunan saluran air Jogokaryan.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Saat ini sedang disiapkan DED Jogokaryan ya," ujarnya.

Ia menambahkan, anggaran untuk penanganan jangka pendek yang sudah ada di anggaran hanya untuk saluran di MM UGM dan Ngestiharjo, sehingga SAH Dongkelan belum bisa dilakukan penanganan.

Ketua Komisi C DPRD DIY Arif Setiadi meminta pemerintah agar memikirkan solusi untuk bisa menyelesaikan permasalahan warga sekitar SAH Dongkelan.

"Harus ada penanganan sementara sambil menunggu DED sistematis antarselokan selesai," ujar Arif.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga melempar ide pengerukkan SAH di depan Samitek yang dangkal untuk mengurangi luapan air di SAH Dongkelan saat curah hujan tinggi.

"Kita ajukan anggarannya di APBD Perubahan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved