Kulon Progo

Kontes Kambing Etawa, Sarana Promosi Potensi Peternakan Kulon Progo

Kontes Kambing Peranakan Etawa, Sarana Promosi Potensi Peternakan Kulon Progo

Kontes Kambing Etawa, Sarana Promosi Potensi Peternakan Kulon Progo
Tribunjogja/Andreas Desca
Foto Andreas Desca Kontes Kambing Peranakan Etawa (PE) di Pasar Hewan Terpadu, Kapanewon Pengasih 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pasar Hewan Terpadu, Kapanewon Pengasih, Minggu (23/2/2020) nampak berbeda.

Terlihat puluhan kambing peranakan etawa (PE) hasil budidaya peternak di Kulon Progo berjajar rapi mengikuti kontes kambing PE bertajuk Ngopi Bareng di Kawasan Pasar Hewan Terpadu.

Kontes yang digelar Paguyuban Peternak Kambing Kulonpogo (PPKP) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo digelar dalam rangka kopi darat antarsesama peternak sekaligus sebagai ajang promosi bagi hasil penangkaran kambing PE di Kulon Progo.

"Kita adakan kontes ini pertama untuk promosi wisata. Kebetulan teman-teman peternak ada yang mengembangkan peternakan kambing PE sebagai destinasi wisata edukatif, di samping itu juga mempromosikan manfaat PE mulai dari susunya hingga ke kotorannya yang bisa digunakan untuk pupuk kandang," ujar Ketua PPKP Suharna.

Suharna menambahkan bahwa kontes ini rutin digelar tiap empat bulan sekali.

"Sebelumnya sudah diadakan di Kapanewon Samigaluh dan Girimulyo, yang ini merupakan edisi ke lima sejak pertama diadakan pada 2017 lalu," katanya.

BREAKING NEWS : Hiu Paus Sepanjang Empat Meter Terdampar di Pantai Glagah Kulon Progo

Kenal Lewat Facebook, Remaja di Yogya Setubuhi Enam Perempuan, Salah Satunya Gadis Bawah Umur

Pada Kontes kali ini terdapat lima kelas yang dilombakan, meliputi kelas E sampai B.

"Untuk kelas E diikuti kambing berusia muda baik betina maupun jantan yang ukurannya relatif kecil. Tinggi kambing harus kurang dari 60 cm," jelasnya.

Lanjutnya, adapun di kelas D melombakan kambing dengan tinggi di atas 60 cm dan maksimal 70 cm.

Sementara untuk kelas C ukurannya harus lebih dari 70 cm, dan kelas B syaratnya kambing yang sudah poel atau ganti gigi.

"Sebenarnya ada yang lebih besar lagi dan masuk kelas A, tapi tidak kami lombakan, namun kambing kelas A tetap didatangkan buat pajangan," tuturnya.

Dia juga menyampaikan bahwa Kambing PE dinyatakan menjadi juara jika memenuhi sejumlah syarat.

"Ada beberapa persyaratan, di antaranya kesehatan tubuh, postur ideal, kondisi gigi, kuku, telinga hingga bulu. Kambing yang juara akan membawa pulang piala dan uang jutaan rupiah," tegasnya.

Kepala Disperpangan Kulonpogo, Aris Nugroho yang juga hadir dalam kegiatan ini mengatakan penyelenggaraan kontes ini merupakan salah satu upaya merangsang peternak kambing PE agar tetap menjaga kualitas kambing tersebut.

"Dengan adanya kontes ini peternak akan semakin semangat memelihara kambing PE dan menjaga kualitas dengan baik sehingga nanti akan berdampak terhadap meningkatnya pendapatan," katanya. (Tribunjogja/Andreas Desca)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Hari Susmayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved