BPBD Kota Yogyakarta Minta KTB Mendata dan Awasi Talut Retak
Langkah pendataan talut sekaligus untuk menghidupkan kembali KTB yang ada di Kota Yogyakarta.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta meminta Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk melakukan pendataan talut retak.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi, mengatakan langkah pendataan talut sekaligus untuk menghidupkan kembali KTB yang ada di Kota Yogyakarta.
Tidak hanya pendataan, KTB juga diminta untuk mengintensifkan pengawasan terhadap talut retak.
"Kemarin hujan deras kan ada talut longsor, misalnya Serangan. Itu sudah kita perbaiki. Nah sekarang kita minta KTB untuk melakukan pendataan talut retak, saat ini masih proses pendataan. Ini juga langkah supaya KTB selalu siap," katanya, Minggu (23/02/2020).
Data-data talud retak, nantinya akan diinventarisasi sehingga menjadi data yang valid.
Data tersebut juga menjadi acuan bagi BPBD Kota Yogyakarta untuk menganalisis penyebab talut retak tersebut.
Ada dua kemungkinan, talut retak, yaitu struktur bangunan dan juga pergeseran tanah.
Dari pantauannya selama ini, belum ada keretakan talut yang signifikan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada, apalagi warga yang tinggal di sekitar talud retak.
"Kami sudah kroscek ke lapangan, belum ada talut yang retak signifikan. Memang cukup banyak talut retak, skalanya masih kecil. Tetapi kan kita juga harus waspada, apalagi sekarang musim hujan," terangnya.
"Kita juga harus tahu, apakah ini retakan baru atau lama. Nanti dilihat, apakah ini karena strukturnya atau karena tanah yang geser. Supaya kita tahu proses penanganan yang tepat seperti apa. Makanya kami minta KTB untuk memantau talud yang sudah retak," tambahnya. (*)