Breaking News:

Metode Penghilangan Merkuri dengan Bahan Lokal Karya Dosen UGM

Agus Prasetya mengembangkan penelitian metode penghilangan merkuri dari dalam air dengan menggunakan bahan lokal

dok.istimewa
Dosen dan peneliti Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM, Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D., mengembangkan penelitian metode penghilangan merkuri dari dalam air dengan menggunakan bahan lokal. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dosen dan peneliti Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM, Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D., mengembangkan penelitian metode penghilangan merkuri dari dalam air dengan menggunakan bahan lokal.

Agus mengatakan penelitian tersebut berawal dari keprihatinan terkait masalah cemaran merkuri akibat tambang emas yang hampir semua menggunakan merkuri.

Cemaran merkuri tersebut tersebar di dalam limbah tambang yang kemudian masuk ke air dan dapat menyebar.

"Limbah yang mengandung merkuri dapat menimbulkan problem kesehatan pada masyarakat karena cemaran merkuri masuk ke dalam tanah dan terambil oleh tanaman, masuk ke dalam badan binatang, dan pada akhirnya masuk ke badan manusia dan terakumulasi menimbulkan masalah kesehatan yang serius," ujar dia, Jumat (21/2/2020).

Cemaran merkuri, paparnya, dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif pada anak-anak di sekitar lokasi penambangan.

Ia menyebut beberapa kasus yang sempat muncul, seperti kerapuhan tulang, imbisil atau keterbelakangan mental, serta bayi yang lahir tanpa tengkorak kepala.

“Jadi, problemnya tidak hanya pada penambang dan rakyat yang menambang tapi kepada generasi-generasi berikutnya, kepada anak cucu,” ungkapnya.

Konsep yang ia gunakan untuk remediasi merkuri dari air yang terkontaminasi oleh merkuri adalah dengan cara mengombinasikan antara adsorpsi dengan fitoremediasi atau pengambilan merkuri oleh tanaman.

Adsorpsi dilakukan dengan menggunakan zeolit yang dikenal sebagai adsorben alami yang mempunyai kapasitas baik untuk menangkap merkuri serta tersedia melimpah di Indonesia.

Setelah dilakukan penjerapan dengan zeolit, tahap selanjutnya dilakukan proses pengambilan sisa logam merkuri oleh tanaman.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved