Bisnis
Pelaku UMKM di DIY Diharapkan Dapat Pertahankan Kontinuitas dan Kualitas
Para pelaku UMKM di DIY diharapkan dapat mempertahankan kontinuitas dan kualitas. Khususnya bagi para pelaku UMKM yang baru saja mendapat pelatihan at
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pelaku UMKM di DIY diharapkan dapat mempertahankan kontinuitas dan kualitas.
Khususnya bagi para pelaku UMKM yang baru saja mendapat pelatihan atau pembinaan oleh pemerintah ataupun pihak lainnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas KUKM DIY, Srie Nurkyatsiwi dalam kesempatan pelatihan "Cerdik Berwirausaha bareng Gojek Swadaya".
Siwi ingin hasil pelatihan betul-betul konsisten dilakukan untuk merintis usaha khususnya di bidang kuliner.
"Yang selama ini saya alami di pembinaan, terjadi permasalahan di kontinuitas dan kualitas. Jadi harapannya tidak hanya sekadar melayani kapasitas kecil. Semakin lama kapasitasnya semakin naik, kalau ada permintaan lebih karena diminati konsumen, kualitasnya tetap dijaga," ungkap Siwi, Selasa (18/2/2020).
• Disperindag Kota Yogyakarta Gelar Pelatihan E Commerce untuk UMKM
Menjaga kualitas menurutnya penting agar konsumen terus kembali membeli produk yang dibuat.
Meskipun ia tak memungkiri jumlah produksi menjadi pilihan masing-masing pelaku UMKM.
"Kadang kan one man show, jadi kalau pesanan banyak kualitasnya ya sudah," kata dia.
"Itu tidak salah, hanya mungkin memang limited edition. Mungkin sengaja hanya membuat 100 saja. Ini sebuah pilihan," tuturnya.
Pentingnya pengawalan bagi peserta pembinaan pun ditekankan.
Sehingga para peserta dapat menjalankan usaha mereka secara kontinu dan kualitasnya terjaga.
• Paguyuban UMKM JKN Minta Dukungan DPRD DIY
"Harus benar-benar dikawal, ada mentoring, coaching. Sehingga siapa saja yang punya minat dan niat bisa didampingi dengan baik," katanya.
Berbicara peluang UMKM, di DIY menurut Siwi UMKM bidang kuliner masih merajai.
Sebanyak 70 persen UMKM di DIY merupakan usaha kuliner.
Sehingga besar peluang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan kuliner.
"Kuliner di Yogyakarta sangat memberi warna terhadap pertumbuhan UMKM di Yogyakarta. UMKM kita 70 persen di kuliner. Yogyakarta pusat pariwisata dan tidak terpisahkan dari kulinernya," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengisi-umkm-di-galeri-bandara-yia-berganti-tiap-3-bulan.jpg)