Duh! Tak Cuma Coretan, Candi Borobudur Juga Penuh Noda Permen Karet

Stupa dan teras Candi Borobudur dipenuhi bekas-bekas noda permen karet. Jumlahnya hingga ribuan noda permen karet

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Mona Kriesdinar
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Noda-noda permen karet yang tertempel di batuan candi di Candi Borobudur. Noda-noda tersebut terlihat di sekujur tubuh candi meninggalkan bekas putih yang susah hilang. 

Dikatakan Andi, sisa permen karet ini mesti segera dibersihkan karena menyangkut masalah estetik yang bisa mengotori permukaan batuan candi dan jika tidak segera dibersihkan bisa bersifat permanen.

Sisa permen karet ini termasuk material yang memerlukan waktu cukup lama untuk terurai di tanah, apalagi jika menempel di batuan.

Proses pembersihan sisa permen karet ini pun mesti dilakukan secara hati-hati, apalagi permen karet yang sudah mengeras.

Sifat material permen karet yang lengket jika menempel pada batuan candi yang telah rapuh dapat berpotensi menimbulkan keausan pada permukaan batuan.

"Masalah estetika yang bisa mengotori permukaan batuan candi dan bisa bersifat permanen jika tidak segera dibersihkan. Dalam proses pembersihannya pun memang harus dilakukan berhati-hati terutama jika sudah mengeras. Sifat material permen karet yang lengket jika menempel pada batuan candi yang telah rapuh dapat berpotensi menimbulkan keausan pada permukaan batuan, meskipun secara mikro," tuturnya.

Andi menambahkan, edukasi perlu selalu dilakukan, khususnya kepada pengunjung yang berkunjung ke Candi Borobudur.

Tak hanya di Candi Borobudur saja, tetapi juga di situs cagar budaya lain. Pengunjung harus patuh pada tata tertib dan selalu senantiasa menjaga kebersihan situs.

"Edukasi perlu selalu dilakukan khususnya terhadap pengunjung di Candi Borobudur maupun situs cagar budaya lainnya untuk selalu menjaga kebersihan situs dan menaati peraturan atau tata tertib yang telah disusun," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya), Jhohannes Marbun, mengatakan, adanya noda permen karet ini disebabkan oleh perilaku wisatawan yang tidak terkendali.

Permen karet ini hanya satu di antara yang beberapa lainnya.

"Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah tegas, tetapi sekaligus mengedukasi. Langkah yang telah diambil adalah membatasi pengunjung. Memberi informasi kepada publik ini juga bagian dari edukasi," ujarnya.

Marbun menilai masyarakat atau publik juga harus segera sadar dan tahu, bahwa heritage atau cagar budaya mesti dilestarikan dan dilindungi.

Pengelolaan terhadap Candi Borobudur yang merupakan warusan dunia juga memerlukan standar yang baku sesuai standar internasional.

"Saya kira publik atau masyarakat itu harus menyadari. Harus tahu. Bahwa heritage atau pun cagar budaya itu ya perlu dilestarikan dan dilindungi. Masyarakat harus punya kesadaran itu. Apalagi Borobudur sebagai warisan budaya dunia, pengelolaannya harus memenuhi standar baku internasional. Dunia internasional juga punya kepentingan mengawasi world heritage tersebut," tuturnya.

Namun letak masalah yang ada di Indonesia ini adalah perhatian terhadap cagar budaya masih kurang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved