Pendidikan

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ciptakan Voltmeter Output Suara Khusus bagi Tunanetra

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ciptakan Voltmeter Output Suara Bagi Tunanetra

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ciptakan Voltmeter Output Suara Khusus bagi Tunanetra
Istimewa
Tiga mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menciptakan alat ikur tegangan DC dengan output suara untuk anak tunanetra praktikum fisika. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tiga mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menciptakan alat ikur tegangan DC dengan output suara untuk membantu anak tunanetra dalam melaksanakan praktikum fisika.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ricky Armando Putra, Moh Lutfi Salim Al Hanani dan Iqlides Ahmad Miyaqi.

Ricky Armando Putra mengatakan konsep yang diusung oleh timnya berawal dari membayangkan bagaimana anak tunanetra belajar ataupun melaksanakan praktikum fisika.

"Coba kita bayangkan, ketika teman-teman kita yang memiliki kemampuan terbatas pada pengelihatannya, pada saat mereka menempuh jenjang pendidikan SMP/MTs Luar Biasa, mereka tetap akan mendapatkan pelajaran IPA dengan salah satu materi pelajaran tentang listrik," ujarnya, Sabtu (15/2/2020).

Tentunya alat yang dikembangkan harus dikaitkan dengan indera pendengarannya.

"Kami berkeinginan membantu sesama agar mereka juga layak belajar fisika seperti siswa normal lainnya dengan cara mengembangkan Alat Ukur Tegangan DC (Voltmeter) dengan output suara," kata dia.

UNY Kukuhkan Mutiara Nugraheni sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan

INFO PENDAFTARAN SNMPTN 2020 dan Ketentuan Pemilihan Program Studi di Portal.ltmpt.ac.id

Dijelaskan Ricky, alat ukur tegangan DC dengan output suara dapat memudahkan praktikan anak berkebutuhan khusus tunanetra dalam menentukan besarnya tegangan yang terukur pada baterai maupun rangkaian listrik hukum ohm.

Alat ini dapat mengeluarkan suara sesuai besarnya tegangan yang terukur.

Selain itu, mereka mengungkapkan bahwa dalam pembuatan alat ini biaya yang dikeluarkan relatif murah.

"Kami berfikir untuk menciptakan alat dengan biaya yang seminimal mungkin namun berkualitas yang baik, karena tujuan pembuatan alat ini adalah dapat diproduksi massal dan disumbangkan di beberapa sekolah Luar Biasa di Yogyakarta," ungkapnya.

Voltmeter output suara ini juga dapat membantu siswa berkebutuhan khusus tunanetra dalam melakukan praktikum di sekolah

"Sehingga para siswa tunanetra dapat mengikuti praktikum, melakukan pengukuran dan mengetahui hasil ukur sehingga membantu siswa memahami konsep fisika secara benar. Karena mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak seperti kita," kata Lutfi.

Penelitian tersebut berhasil meraih juara 2 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Himafi Fisika ITB Bandung beberapa waktu lalu. (Tribunjogja/Noristera Pawestri)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved