Dua Bulan jadi Pengedar Yarindu, Pedagang Onderdil Motor Diciduk Polisi

Dua Bulan jadi Pengedar Yarindu, Pedagang Onderdil Motor Diciduk Polisi

Dua Bulan jadi Pengedar Yarindu, Pedagang Onderdil Motor Diciduk Polisi
internet
Ilustrasi narkoba 

TRIBUNJOGJA.COM - Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY tangkap pengedar obat keras jenis pil berlogo Y atau biasa disebut yarindu.

Tersangka adalah EM (27) seorang warga Panggungharjo, Sewon, Bantul dan dari tangan tersangka, petugas mengamankan 10 ribu butir pil tersebut.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan kasus ini terungkap pada 31 Januari 2020 kemarin. Tersangka ditangkap di sekitaran Rejowinangun, Kotagede.

Yuliyanto menerangkan, bahwa tersangka yang juga berprofesi sebagai penjual onderdil motor ini telah mengedarkan pil yarindu sejak Desember 2019 lalu.

"Tersangka ini memesan barang dari internet. Setelah mendapatkan kontak penjual, tersangka langsung menghubungi melalui Whatsapp dan membeli dengan jumlah banyak," ujarnya.

Cegah Penyalahgunaan, Disperindag Sleman Data Industri dan Distributor Gula Rafinasi

Barang tersebut diterima melalui jasa ekspedisi. Setelah di tangan, tersangka memecah-mecah menjadi paket kecil dan menjual ke teman-temannya.

Wadirres Narkoba Polda DIY, AKBP Bakti Andriyono mengungkapkan bahwa tersangka membeli ribuan pil yarindu ini dari pemasok asal Grogol, Jakarta. Setidaknya pelaku sudah dua kali memesan pil koplo tersebut.

Pembelian pertama dilakukan pada Desember 2019 lalu. Sebanyak satu botol berisi 1.000 pil yarindu dibeli tersangka untuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan ke teman-temannya.

Pembelian kedua dilakukan akhir Januari 2020. Kali ini EM membeli 10 botol dengan harga  Rp 6,1 juta. Pil-pil tersebut kemudian dikemas menjadi paket kecil berisi 10 butir dan dijualnya seharga Rp 25 ribu.  

Modus pelaku ini adalah membuat teman-temannya kecanduan terlebih dahulu. Jika posisi temannya tak memiliki uang maka pil itu akan dibarter dengan rokok. Beruntung petugas kepolisian berhasil mengungkap kasus ini, sehingga ribuan pil koplo tersebut tak beredar di Yogyakarta.  

Atas kasus tersebut pelaku dikenakan pasal 62 Undang-undang RI Nomer 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan pasal 197 Undang-undang RI Nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Pelaku diancam 15 tahun penjara.(Tribunjogja/Santo Ari) 

Penulis: Santo Ari
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved