Sport

132 Atlet Puslatda DIY Jalani Tes Fisik

Tujuan dilaksanakannya tes fisik ini untuk mengetahui kondisi fisik atlet setelah Babak Kualifikasi (BK) Pra-PON pada tahun 2019 lalu.

132 Atlet Puslatda DIY Jalani Tes Fisik
istimewa
Atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) DIY menjalani tes fisik di di Hall Tennis Indoor serta Stadion Atletik dan Sepakbola FIK UNY, Sabtu (15/2/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 132 atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) DIY menjalani tes fisik di di Hall Tennis Indoor serta Stadion Atletik dan Sepakbola FIK UNY, Sabtu (15/2/2020) pagi.

Ada sembilan atlet dan sembilan pelatih dari delapan subcabor, yang izin tidak hadir pada kegiatan tes fisik, diantaranya dari cabor menembak, renang artistik, terbang layang, bola voli pantai, balap motor, taekwondo, dan billiar.       

Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Prestasi KONI DIY, Ria Lumintuarso mengatakan, program ini dilaksanakan untuk menentukan standar kondisi fisik atlet dan menjadi awal yang penting pemrogaman latihan selanjutnya. 

Melalui tes fisik tersebut, pelatih Puslatda PON XX juga diharapkan dapat memahami kelebihan dan kekurangan atlet. 

KONI DIY Prioritaskan Puslatda Atlet PON 2020

"Tes fisik secara umum dilaksanakan dua kali, yakni pada Februari ini dan pada bulan Juni. Lalu secara khusus nanti cabor sebanyak dua sampai dengan tiga kali," ujar Ria, Sabtu (15/2/2020).     

Terpisah, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto menjelaskan, bahwa tujuan dilaksanakannya tes fisik ini untuk mengetahui kondisi fisik atlet setelah Babak Kualifikasi (BK) Pra-PON pada tahun 2019 lalu. 

Selain itu, sebagai dasar untuk menyusun program Puslatda PON.

Berbekal data kondisi fisik atlet yang terbaru ini, dapat disusun program latihan selama delapan bulan ke depan.

Hal ini tak lepas dari akan dimulainya periode persiapan umum, persiapan khusus, hingga pra-kompetisi, termasuk di dalamnya program try out, yang kemudian dilanjutkan periode kompetisi hingga puncak gelaran PON. 

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Saat tes fisik pagi (15/2/2020) ini, dari laporan Dokter KONI DIY, sekitar 14 atlet yang ada keluhan fisik, seperti cedera ringan ankle, lutut, pinggang, dan bahu. Kasus cedera ini warning dan sebagai bahan masukan atau evaluasi kepada pelatih juga, terkait dengan beban dan program latihan selama ini," jelas Djoko. 

Sementara itu Sekretaris Jurusan Pendidikan Kepelatihan (PKL) FIK UNY, Fauzi menambahkan, ada sekitar 40 personel dari FIK UNY yang turut membantu terlaksananya program KONI DIY tersebut, baik dari unsur dosen pengajar maupun mahasiswa. 

Adapun enam item tes fisik meliputi sprint 30 Meter, shocken test, triple hop test, vertical jump test, side step test, dan VO2 Max atau beep test.

Kesemua item tersebut mencakup kekuatan, daya tahan, kelincahan, hingga kecepatan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved