Ada Rentetan Sinyal Misterius dari Luar Angkasa, Diterima Bumi Setiap 16 Hari

Rentetan sinyal misterius datang dari luar angkasa. Sinyal itu diterima bumi setiap 16 hari sekali. Fenomena apakah ini?

Editor: Mona Kriesdinar
NET
ILUSTRASI - Fast Radio Burst 

TRIBUNJOGJA.COM - Rentetan sinyal misterius datang dari luar angkasa. Sinyal itu diterima bumi setiap 16 hari sekali. Fenomena apakah ini?

Fast Radio Burst

Ilustrasi
Ilustrasi (IST/NASA)

Fast Radio Burst (FRB) adalah serangkaian sinyal radio yang berlangsung dalam hitungan milidetik.

FRB pertama kali ditemukan pada 2007 oleh ahli astrofisika Duncan Lorimer dan muridnya David Narkevic.

Semenjak penemuan tersebut, semakin banyak FRB dari luar angkasa yang ditemukan.

Mirip Pesawat Alien, Benda Aneh di Luar Angkasa Ini Diberi Nama Oumuamua

Beberapa waktu lalu, sekelompok ilmuwan di Kanada menemukan FRB yang berulang setiap 16 hari.

Hal ini kontras dengan FRB pada umumnya, yang bersifat sporadis dan tidak berulang dalam jangka waktu tertentu.

Kajian FRB

Mengutip Universe Today, Kamis (13/2/2020), penemuan ini telah dirilis dalam jurnal berjudul “Periodic activity from a fast radio burst source”. Data FRB yang mereka dapatkan merupakan hasil analisis dari CHIME (Canadian Hiydrogen Intensity Mapping Experiment).

CHIME merupakan teleskop penangkap sinyal radio, namun memiliki karakteristik yang membedakannya dengan teleskop lain.

CHIME merupakan stasiun teleskop dan tidak memiliki bagian yang bergerak.

Mengenal Tentang Black Hole, Lubang Raksasa di Luar Angkasa yang Punya Kekuatan Destruktif

CHIME terdiri dari empat setengah silinder besar. Tiap setengah silinder merupakan gabungan dari 256 receiver.

Dengan total 2048 receiver, CHIME merupakan teleskop penangkap sinyal radio tercepat saat ini.

FRB yang berulang tiap 16 hari ini disebut FRB 180916.J0158+65.

Oleh karena FRB pada umumnya tidak berulang, para ilmuwan tengah melakukan observasi lebih lanjut terkait fenomena ini.
Selain FRB 180916.J0158+65, ada 10 FRB tidak dikenal lainnya yang juga berulang namun tidak secara reguler.

Berulang tiap 16,35 hari

Pada fenomena ini, para peneliti menganalisis data dari CHIME.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved