Pendidikan

UNY Resmikan Patung Kembara dan Taman Adimarga

Filosofi patung 'Kembara' dengan logo UNY ini diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi terhadap UNY.

UNY Resmikan Patung Kembara dan Taman Adimarga
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Rektor UNY Sutrisna Wibawa bersama dengan I Nyoman Nuarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rektor UNY Sutrisna Wibawa meresmikan Patung Logo UNY 'Kembara' dan Taman Adimarga di Halaman Rektorat UNY pada Kamis (13/2/2020).

Rektor mengatakan, filosofi patung 'Kembara' dengan logo UNY ini diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi terhadap UNY.

"Kembara ini kan sayap, artinya UNY harus melanglang baik nasional maupun internasional dan ilmu itu berkembang terus," katanya.

Sementara pembangunan taman boulevard ini, kata Rektor, mengusung tiga konsep yaitu green campus, peresapan air dan atmosfir belajar.

Mahasiswa UNY Ciptakan Mini Diorama, Media Pembelajaran Mata Pelajaran Sejarah

“Konsep green campus adalah kami ingin menghijaukan kampus, dan apabila dilihat dari depan maka UNY masih terlihat hijau dan indah," lanjutnya.

Untuk peresapan air telah diperhitungkan dengan adanya peresapan setiap 2 atau 3 meter pada plaza di depan Rektorat sehingga memperkecil kemungkinan terjadi banjir bila hujan.

Sedangkan konsep atmosfir belajar dengan adanya pembangunan taman ini agar dapat digunakan untuk tempat belajar dengan fasilitas kursi, meja dan wifi.

"Jadi konsep utamanya di samping kami ingin memperbaiki wajah UNY dari depannya itu ada dua gunungan ini kan simbol budaya bahwa tidak bisa dilepaskan dari karakter budaya. Rektorat juga bangunannya joglo," jelasnya.

Patung 'Kembara' setinggi 4 meter dengan berat 5 ton ini dibuat oleh I Nyoman Nuarta.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Butuh waktu sekira tiga hingga empat bulan untuk menyelesaikan patung ini.

Patung berbahan dasar dari material tembaga kuningan stainless steel ini ia kerjakan di Bandung.

I Nyoman Nuarta mengatakan, arti 'Kembara' ini dimaksudkan agar UNY terus mengembara untuk membagi ilmunya ke seluruh nusantara.

"Makanya saya namakan Kembara supaya ini sayap ini yang tadinya diam dibuat bergerak jadi kembara sama dengan mengembara, penjelajah," ungkapnya.

Menurut Nyoman, Ilmu Pengetahuan haruslah seperti itu yakni bisa berubah setiap saat dan harus membagi ilmunya.

"Mudah-mudahan tambah besar, tambah dahsyat kita harapkan seperti itu," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved