Kota Yogyajarta

Masyarakat Jogja Bisa Pantau Arus Air dan Kualitas Udara Lewat JSS

Diskominfo Sandi Kota Yogyakarta berencana menambah puluhan menu baru yang akan terintegrasi dalam layanan JSS pada tahun ini.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
istimewa
Ilustrasi: JSS untuk Smartphone IOS 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Diskominfo Sandi Kota Yogyakarta berencana menambah puluhan menu baru yang akan terintegrasi dalam layanan JSS pada tahun ini.

Pengintegrasian layanan tersebut dilakukan guna memudahkan masyarakat untuk mengakses beragam layanan.

Kasie Pengembangan Smart City Diskominfo Sandi Kota Yogyakarta, Joko Marwiyanto menjelaskan, beberapa menu baru tersebut yang bakal segera diintegrasikan yakni berupa pemantauan arus air sungai serta kualitas udara di wilayah setempat.

Joko mengatakan, lewat layanan itu masyarakat ke depan cukup melakukan pantauan dari gawai masing-masing untuk dapat mengetahui tinggi arus sungai serta kualitas udara Yogyakarta.

Diskominfo Sandi Kota Yogyakarta Perluas Layanan JSS

"Secara mandiri masyarakat juga sudah bisa memantau nanti baik itu arus air dan juga tekanan sungai akan coba di implementasikan di Winongo," kata Joko Kamis (13/2/2020).

Dia menjelaskan, pada layanan pantauan arus sungai tersebut masyarakat juga akan mendapat informasi jika sewaktu-waktu kondisi tinggi air maupun tekanan arus masuk dalam kategori yang perlu diperhatikan.

Sehingga, secara otomatis kondisi tersebut akan langsung dapat ter-broadcast (disiarkan) ke pengguna JSS lainnya.

"Jadi kalau arus airnya di atas sudah sampai sekian kemudian tingkat tekanan sekian jadi estimasi sampai di Jogja itu kapan bisa dipantau," ungkapnya.

Urus Praktik Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Serta Antre di RS Pratama Bisa Lewat JSS

Sementara, pada pemantauan suhu udara ditujukan untuk menekan potensi penyebaran penyakit tertentu di wilayah setempat.

Pasalnya, tingkat kualitas udara yang buruk disinyalir dapat menimbulkan beragam jenis penyakit serta mempercepat proses penyebarannya.

"Nanti masuknya ke kualitas udara. Kemudian potensi penyakit yang muncul kalau kondisi kualitas udaranya seperti itu juga bakal di infokan," jelas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved