Harga Bawang Putih Naik

Stok Bawang Putih di Sleman Masih Aman hingga Maret 2020

Kebutuhan bawang putih di Sleman memang cukup tinggi, paling tinggi untuk kebutuhan hotel dan restoran.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Distributor bawang putih memeriksa bawang putih. 

TRIBUNJOGJA.COM - Naiknya harga bawang putih juga dirasakan di Kabupaten Sleman.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan kenaikan bawang putih ini disebabkan pemerintah menghentikan impor dari China sebagai proteksi masuknya virus corona.

"Tapi kami telah berkoordinasi dengan provinsi dan stok bawang putih masih aman diperkirakan sampai akhir Maret," ungkapnya saat diwawancara Senin (10/2/2020).

Ia mengakui bahwa ada kenaikan harga bawang putih yang cupuk tinggi.

Harga Bawang Putih Kating di Kota Yogya Tembus Rp 60 Ribu

Kenaikan harga bawang putih sampai 85%.

Pada pantauan di enam pasar yakni Prambanan, Godean, Sleman, Gamping, Pakem dan Tempel pada hari Jumat kemarin, harga bawang putih tertinggi mencapai Rp 70 ribu dan terendah di angka Rp 60 ribu per kilonya.  

Kini pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat.

Harapannya sebelum Maret sudah dapat ditentukan langkah selanjutnya untuk mengatasi permasalahan ini, misalnya dengan impor dari negara lain.

"Mungkin akan impor ke negara lain. Rencananya akan mengimpor dari Mesir, Irlandia dan Vietnam. Negara itu penghasil bawang putih selain China. Kami masih menunggu keputusan pusat," paparnya.

Ia mengakui bahwa Indonesia tak memiliki produsen bawang putih.

Di wilayah Pulau Jawa, hanya mengandalkan pasokan dari petani bawang putih dari Jawa Timur.  

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

 
"Kebutuhan bawang putih di Sleman memang cukup tinggi, paling tinggi untuk kebutuhan hotel dan restoran," terangnya.

Selain bawang putih, komoditi lain yang diimpor dari China adalah kedelai.

Namun ia mengungkapkan bahwa kedelai impor masih berada di harga yang wajar meski naik juga, yakni dari Rp 8.000 naik menjadi Rp 8.500 per kilo.

Kardimin (44) karyawan dari distributor bawang putih yang ada di Jambon, Trihanggo, Gamping mengatakan bahwa kebutuhan stok bawang putih masih dirasa aman.

Pihaknya sendiri selama ini mengambil dari importir yang ada di Magelang.

"Kalau dari sini sekilonya sempat mencapai Rp 47 ribu. Tapi itu sampai pengecer bisa mencapai Rp 60 ribu, tergantung penyusutannya," terangnya.

Pemda DIY Akan Segera Impor Bawang Putih dalam Waktu Dekat

Dari penilaiannya sendiri, setiap imlek hampir dipastikan harga bawang putih naik.

Menurutnya karena China menghentikan impornya karena libur Imlek.

Sedangkan angka keluar masuk bawang putih di tempatnya selama ini bisa mencapai empat ton per minggu. Jika impor dari China dihentikan, ia berharap ada keputusan yang diambil untuk mengimpor bawang putih dari negara lain.

Namun demikian, ia menilai bahwa dibandingkan negara lain, bawang putih dari China memang berkualitas baik.

"Dulu pernah sempat impor dari India, tapi paling bagus dari China. Kalau ukuran memang gede China, tapi menurut saya kalau rasa lebih enak bawang putih dari Indonesia," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved