Sleman
Status Kepemilikan Pohon yang Tumbang di Jalan Wates Masih Belum Jelas
Status kepemilikannya masih abu-abu, karena pohon itu terletak di badan jalan atau terletak di pekarangan.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA,SLEMAN - Pohon tumbang yang terjadi pada Rabu (5/2/2020) pukul 23.00 WIB lalu di Jalan Yogya-Wates Km 4 telah menelan beberapa korban.
Hingga saat ini, status kepemilikan pohon yang tumbang tersebut masih belum diketahui.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Dwi Anta saat dihubungi, Jumat (7/2/2020).
"Status kepemilikannya masih abu-abu, karena pohon itu terletak di badan jalan atau terletak di pekarangan. Karena tadi pagi sudah ada yang kesana, kalau dilihat dari konblok itu masuk pekarangan," ucapnya.
• Pohon Tumbang Timpa 6 Orang di Jalan Wates Km 4
Ditambah lagi sambungnya, kondisi jalan tersebut tidak ada trotoar dan tidak ada drainase, kalau pohon berada di sekitar drainase biasanya dikelola oleh DLH.
Jika di luar itu berarti pohon milik masyarakat.
"Saya tidak tahu di situ kepunyakan siapa, kalau tanah jalan berarti kami kelola tetapi jika tanah pekarangan milik masyarakat, terlepas dari siapa yang menanam, jangan menjadi perdebatan," imbuhnya.
Jika kejadian serupa terjadi dan pohon milik dinas terkait, pihaknya belum memiliki aturan untuk ganti rugi.
"Kita belum tahu, mungkin bisa jika dikaitkan dengan bencana tetapi jika dikaitkan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) belum punya aturannya," ucapnya.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Dwi menuturkan pada tahun 2020 ini pihaknya masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) menyusun perda tentang RTH.
"Kalau kebencanaan dengan teman-teman BPBD, karena ada perbup tentang kebencanaan karena ada bantuan untuk rumah rusak berapa, korban meninggal berapa kalau disasar pakai itu mungkin juga bisa," katanya.
Ia berharap peran aktif masyarakat dalam melaporkan melalui lapor Sleman jika ada pohon dengan kondisi yang tidak baik.
Karena hingga saat ini DLH Sleman memiliki keterbatasan seperti keterbatasan tenaga dan armada.
"Untuk armada ada dua dan ditambah satu pada Januari lalu, kami mengharapkan peran aktif masyarakat dalam melaporkan bisa melalui lapor Sleman. Kami kewalahan lihat saja luas jalan kabupaten sleman itu 850 kilometer panjanganya, belum jalan provinsi dan negara," katanya.
• Begini Kronologi Pohon Tumbang di Jalan Wates, Korban Minta Dibantu Administrasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pohon-tumbang-timpa-6-orang-di-jalan-wates-km-4.jpg)