Harga Bawang Putih Naik
BREAKING NEWS : Impor Dibatasi, Harga Bawang Putih di Gunungkidul Melesat Tajam
Di Pasar Ngawu, Playen, Gunungkidul, harga bawang putih melonjak hingga Rp 52 ribu per kilonya.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kencangnya kasus penyebaran Virus Corona di Tiongkok turut berpengaruh pada komoditas asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Satu di antara yang terdampak adalah harga bawang putih.
Pantauan Tribunjogja.com di Pasar Ngawu, Playen, Gunungkidul, harga bawang putih melonjak hingga Rp 52 ribu per kilonya.
"Bawang putih cincau harganya Rp 52 ribu, kalau yang kating lebih mahal jadi Rp 60 ribu," kata Ngatemi (60), pedagang di Pasar Ngawu, Kamis (06/02/2020).
• Cegah Klitih, Polres Gunungkidul Tingkatkan Patroli
Hal serupa juga terjadi di Pasar Argosari, Wonosari, Sunarti (57) menjual bawang putih jenis cincau di harga yang sama dengan Ngatemi.
Menurutnya, lonjakan harga terjadi sejak dua minggu terakhir.
Kenaikan harga bawang putih pun terjadi secara terus-menerus.
Menurut Ngatemi dan Sunarti, dua Minggu lalu harga bawang putih masih di kisaran Rp 40 ribu per kilo.
"Setelah itu naik terus, ndak ada turunnya. Sampai di harga Rp 60 ribu per kilo paling mahal," kata Sunarti.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Menurut Sunarti, mahalnya harga bawang putih saat ini lantaran impornya dari Tiongkok dibatasi.
Hal ini dipengaruhi oleh kekhawatiran atas dampak Virus Corona yang terjadi saat ini.
Perempuan asal Madiun ini mengambil stok bawang putih dari Solo, Jawa Tengah.
Lewat pemasok tersebut, Sunarti mengatakan bahwa pasokan dari Tiongkok memang cenderung sedikit dari biasanya.
"Pembeli di pasar pun banyak yang kaget, karena harga bawang putih naiknya signifikan," kata Sunarti yang tinggal di Gedangsari ini. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/impor-dibatasi-harga-bawang-putih-di-gunungkidul-melesat-tajam.jpg)