Bukan Perokok Pun Bisa Terkena Kanker Paru, Kenali Tanda-tandanya Berikut Ini
Berdasarkan data dari American Lung Association, setiap 2 menit 20 detik sekali terdapat satu orang AS yang didiagnosis menderita kanker paru-paru.
Elisna juga mengingatkan bahwa kanker paru adalah jenis kanker yang 'spesial'.
Berbeda dengan kanker payudara dan kanker serviks yang sudah ada alat pendeteksinya, skrining kanker paru terbilang masih sulit.
Untuk itu, Elisna menganjurkan untuk rutin melakukan cek kesehatan, terutama untuk orang yang memiliki banyak faktor risiko.
"Juga lakukan pengendalian faktor risikonya," pesan Elisna.
World Cancer Research Fund mencatat, setidaknya 1,59 juta orang meninggal akibat kanker paru.
Terlebih lagi, hanya sekitar 240.000 atau 15 persen di antaranya sintas.
"Kalau ada 10 orang yang didiagnosis mengidap kanker paru, delapan orang meninggal pada tahun itu juga," kata Elisna dalam sebuah kesempatan wawancara kepada Kompas.com.
"Itulah kenapa kanker paru disebut kanker yang mematikan."
"Karena umumnya di seluruh dunia, kanker paru ketemunya sudah stadium lanjut jadi tidak bisa dilaksanakan terapi secara maksimal," tegasnya.
8 Kebiasaan yang Bisa Picu Kanker Paru
Kanker selama ini masih menjadi momok di dunia kesehatan.
Hal ini dikarenakan tanda-tanda kanker tidak terlihat.
Obat kanker pun secara spesifik belum ditemukan.
Termasuk juga kanker paru-paru yang menjadi satu dari beberapa jenis kanker yang sering sulit terdeteksi.
Dikutip dari Kompas.com, kanker paru-paru menjadi salah satu kanker yang paling sering diderita banyak orang.
Bahkan pada tahun 2015 silam, sudah terdapat 1,7 juta orang yang menderita kanker paru-paru.
Sayangnya, kanker ini sering terlambat diketahui oleh penderitanya.
Melansir dari kompas.com, para penderita umumnya mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini setelah stadium 4.
Oleh karena itu, penting untuk menyadari sejak dini faktor risiko kanker paru-paru.
Lalu apa saja ciri orang yang rentan terkena kanker ini?
Berikut hasil rangkuman Grid.ID dari Cancer.org.
1. Sering merokok
Kebiasaan merokok masih menjadi faktor utama seseorang terkena kanker paru-paru.
Tercatat sekitar 80% kematian akibat kanker paru-paru disebabkan oleh kebiasaan merokok ini.
Tak hanya perokok aktif saja yang berisiko.
Mereka yang merupakan perokok pasif juga berisiko menderita penyakit kanker paru-paru ini.
Bahkan sebanyak 7000 kematian akibat kanker paru-paru terjadi pada perokok pasif yang menghirup asap dari para perokok aktif.
2. Sering terpapar radium dan asbes
Kedua bahan kimia ini ternyata juga berbahaya dan bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
Dikutip dari cancer.org, radium merupakan bahan kimia yang tak berbau, tidak berasa dan tidak terlihat.
Radium berbahaya saat terkonsentrasi di satu ruangan, terutama di rumah atau bangunan yang memiliki basement atau ruang bawah tanah.
Lalu bagaimana dengan asbes?
Asbes biasanya ditemukan di pabrik-pabrik industri tekstil, pertambangan dan galangan kapal.
Bahan kimia ini bisa menyebabkan orang berisiko terkena mesothelioma, tipe kanker yang muncul di pleura, salah satu bagian paru-paru.
3. Terpapar bahan karsinogen
Selain asbes dan radium, bahan karsinogen juga bisa meningkatkan risiko kita terkena kanker paru-paru.
Sebut saja uranium, arsenik, berilium, silika, vinyl klorid, nikel dan kromium serta arang dan tempat pembuangan asap diesel.
Jadi hati-hati ya jika kalian harus berinteraksi terus menerus dengan bahan-bahan ini.
4. Sering terpapar polusi udara yang kotor
Risiko kanker paru-paru bisa meningkat apabila kita sering menghirup udara kotor seperti di jalanan.
Dikutip dari Cancer.org, peneliti menemukan bahwa polusi udara menyebabkan 5% kematian dalam kasus kanker paru-paru.
5. Meminum air yang mengandung arsenik
Seperti yang sudah disebutkan di atas, arsenik menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang menderita kanker paru-paru.
Bahan kimia ini ternyata bisa juga ditemukan di air minum yang tidak bersih.
Oleh karena itulah, kita harus berhati-hati saat akan mengonsumsi air ya.
6. Pernah menjalani terapi radiasi
Orang yang pernah menjalani terapi radiasi terutama di bagian dada lebih mungkin terkena penyakit kanker paru-paru ini.
Sebagai contohnya ialah wanita yang pernah diterapi setelah proses masektomi akibat kanker payudara.
7. Memiliki keturunan kanker paru-paru dari keluarga
Mereka yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita jenis kanker ini sebaiknya waspada.
Meskipun berisiko kecil, namun mereka yang punya anggota keluarga yang pernah menderita kanker paru-paru ternyata dapat terkena penyakit yang sama.
8. Mengonsumsi suplemen diet
Tak selamanya baik, diet juga bisa menyebabkan kanker paru-paru.
Diet yang dimaksud di sini adalah diet dengan mengonsumsi suplemen dan vitamin tertentu.
Sebagai contohnya, studi menunjukkan bahwa risiko kanker paru-paru meningkat pada perokok yang mengonsumsi suplemen beta-karoten. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kanker-paru_0207_20150702_001414.jpg)